Kampanye Pilgub NTT

NTT Butuh Pemimpin Luar Biasa

Calon Gubernur NTT, Beny Kabur Harman (BKH), mengatakan, Propinsi NTT menghadapi enam masalah klasik yang hingga kini belum terpecahkan.

POS-KUPANG,COM, ENDE, PK -- Calon Gubernur NTT, Beny Kabur Harman (BKH), mengatakan, Propinsi NTT menghadapi enam  masalah klasik yang hingga kini belum terpecahkan.

Untuk mengatasi enam masalah tersebut dibutuhkan seorang pemimpin yang luar biasa, bukan seorang pemimpin biasa.

Beni mengatakan hal itu di hadapan ribuan massa pendukung Paket BKH-Nope (Beny Kabur Harman-Wellem Nope) saat kampanye di Lapangan Perse, Kota Ende, Rabu (13/3/2013).

Enam masalah tersebut yakni kemiskinan, kesehatan ibu dan anak, tingkat ketergantungan yang sangat besar kepada pemerintah pusat, masalah pendidikan dan inftrastruktur yang masih tertinggal, serta menjadi propinsi yang paling banyak mengirimkan tenaga kerja keluar negeri.

Menurut dia, hingga kini NTT menjadi propinsi paling miskin di Indonesia. NTT berada di urutan ke-33 bersama Propinsi Maluku.  NTT juga, lanjut Beny,  tingkat kematian ibu dan anak yang paling tinggi di Indonesia.

Selain itu, tingkat ketergantungan Propinsi NTT kepada pemerintah pusat sangatlah tinggi. Hampir semua dana-dana pembangunan untuk membangun Propinsi NTT semuanya berasal dari pemerintah pusat.

Masalah klasik lain yang dihadapi Propinsi NTT, ungkap Beny, masalah pendidikan. NTT menempati urutan ke-33 sebagai propinsi dengan tingkat kelulusan yang paling rendah di seluruh Indonesia.

Melihat berbagai masalah tersebut, demikian Beny, Propinsi NTT dikatakan mengalami hal yang luar biasa. NTT sudah mengalami krisis dalam berbagai sisi kehidupan, baik ekonomi maupun sosial.

Untuk mengatasi masalah yang luar biasa terjadi di NTT saat ini, menurut Beny, dibutuhkan seorang pemimpin yang luar biasa, bukan seorang pemimpin yang biasa-biasa saja.

Pemimpin yang luar biasa itu adalah seorang pemimpin yang memiliki akses ke atas maupun ke bawah. Seorang pemimpin yang tahu akan kebutuhan rakyatnya.

Seorang pemimpin yang hadir di kala rakyatnya mengalami kesulitan. Seorang pemimpi yang bisa memberikan solusi kepada masyarakat.

Menjadi pemimpin NTT, kata Beny, tidak sekadar menjadi seorang yang jago kandang,  namun memiliki akses atau jaringan yang kuat pada level nasional hingga internasional.

Selain itu, lanjut Beny, saat ini Propinsi NTT membutuhkan seorang  pemimpin baru. Seorang pemimpin yang bisa membawa NTT menuju ke arah yang lebih baik.

Pemimpin tersebut, tegas Beny, ada dalam diri paket BKH-Nope. Paket BKH-Nope adalah paket yang bisa memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di NTT saat ini.

Dengan kartu solusi yang ditawarkan oleh Paket BKH-Nope, kata Beny, NTT akan bisa keluar dari krisis yang berkepanjangan. Kartu solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan. "Tidak benar kartu solusi hanya ilusi. Dia benar-benar menjadi solusi," tegasnya.

Mengenai kritikan tentang rencana dari Paket BKH-Nope yang akan mengalokasikan dana untuk desa sebesar Rp 500 juta setiap desa, Beny mengatakan hal itu akan benar-benar terwujud apabila Paket BKH-Nope terpilih.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved