Kampanye Pilgub NTT

BKH-Nope Tampil Memukau di Atambua

Setelah melewati tantangan gelombang yang cukup besar di Selat Ombai dari Kalabahi-Alor menuju Atapupu, Belu

Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM,  ATAMBUA -- Setelah melewati tantangan gelombang yang cukup besar di Selat Ombai dari Kalabahi-Alor menuju Atapupu, Belu, Calon Gubernur NTT nomor urut 5, Dr. Benny K Harman, S.H (BKH) didampingi Calon Wakil Gubernur NTT, Willem Nope, tampil memukau di hadapan ribuan pendukungannya di Atambua, Selasa (12/3/2013).  

BKH dan rombongan setelah melakukan kampanye di Moru, Alor Barat Daya dan Kalabahi, Alor, Senin (11/3/2013) sore, sekitar pukul 17.00 wita langsung menuju Atapupu, Belu dengan menumpang speedboat. Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dengan speed boat 6-7 jam ini  terpaksa ditempuh sekitar 10 jam lebih.

Ketika memasuki  Selat Ombay rombongan dihadang gelombang tinggi, namun akhirnya BKH dan rombongan tiba di Atapupu jam 03.00 pagi, selanjutnya menuju Atambua melakukan kampanye di Kota Atambua, Lasiola, dan Lamaknen di Belu Utara  serta Betun di Belu Selatan.

BKH yang dimintai komentarnya tentang perjalanan itu mengatakan dirinya mengalami langsung tantangan hubungan antar wilayah atau antar Pulau di NTT. Pengalaman ini menguatkan komitmennya untuk membangun dan membenahi sarana transportasi antar pulau di NTT.

Sementara itu, dalam kampanye di Kota Atambua, BKH didampingi Nope menegaskan, membangun NTT tidak bisa hanya mengandalkan APBD dengan PAD yang sangat minim. Membangun NTT memerlukan pemimpin yang cerdas, berani dan bisa mencari sumber dana lain di luar APBD yang hanya mengandalkan bantuan pusat.

Pasangan BKH-Nope punya keberanian untuk membantu dana Rp 500 juta/desa/per tahun bukan hanya janji belaka untuk merebut simpati tapi ini bakal terealisasi karena BKH-Nope tahu sumber-sumbernya. Dan,  untuk daerah perbatasan, khususnya Kabupaten Belu BKH-Nope memrioritaskan perhatian sejalan dengan harapan Presiden SBY untuk menjadikan Kota Atambua sebagai kota modern karena berbatasan langsung dengan RDTL.

Pantauan Pos Kupang  ribuan massa telah  memadati di Aula Graha Kirani Atambua sejak pagi hari meskipun kampanye baru mulai pukul 11.00 Wita.  BKH-Nope didampingi tim kampanye antara lain Ketua DPC Demokrat Belu, Wilibrodus Lay, anggota DPRD NTT dari Demokrat, Ansel Talo, Ketua DPRD Belu dari Partai Demokrat, Simon Guido Seran,  pimpinan parpol pendukung lainnya seperti Stanis Tefa (Pelopor), Felix Pulu (Republikan), Welem Dere (PKPB), Mess Pah (PPDI) dan Fabianus Banase. Menumpang ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengenakan baju kaos BKH-Nope bernomor punggung 5 mereka meneriakkan yel-yel mendukung paket BKH-Nope dengan menang satu putaran.

Massa pendukung dengan tertib menuju Graha Kirani dan duduk dengan tertib di kursi yang telah disiapkan panitia pemenang paket BKH-Nope. Teriakan semakin histeris para pendukung ketika paket BKH-NOpe tiba di lokasi kampanye. Diiringi lagu khusus diciptakan untuk paket BKH-Nope para pendukung menari meneriakkan yel-yel hidup BKH-Nope pemimpin baru NTT. Pendukung paket BKH-Nope mengikuti dengan saksama materi kampanye dari beberapa juru kampanye.

BKH ketika didaulat berorasi di panggung kampanye, disambut aplaus meriah dari pendukung dan simpatisannya. Mereka meneriakkan yel-yel BKH-Nope menang, pilih nomor 5. Dengan melambai-lambaikan tangan ke arah pendukung dan simpatisan, BKH menyampaikan pesan khusus dari Pembina partai Demokrat yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk masyarakat perbatasan RI-RDTL.

SBY sangat merindukan Atambua karena dua tahun lalu berada di Atambua dan tidur di tanah Belu, itu berarti SBY sangat mencintai masyarakat Belu. SBY meminta dirinya untuk pulang ke NTT membangun NTT demi keberlanjutan program yang sudah ditorehkan SBY selama kepemimpinan saat ini.

Ada begitu banyak anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk menata NTT semakin lebih baik namun selama 10 tahun belakangan berjalan sangat lamban jika dibandingkan dengan propinsi lain. Persoalan kemiskinan, suka atau tidak suka label yang dialamatkan ke NTT sebagai propinsi miskin bersama Papua dan Maluku, itulah faktanya. Angka kematian ibu hamil dan anak cukup tinggi bersama Propinsi NTB, Papua, Maluku dan Gorontalo, tingkat kelulusan SLTP/SLTA berada pada urutan ke 33 dari 33 propinsi di Indonesia, tingkat ketergantungan pada pusat masih tinggi, paling tinggi mengirim TKI keluar negeri dengan tingkat keterampilan dan SDM yang rendah, kemajuan infrastruktur yang masih terbelakang di mana masih banyak warga yang belum konsumsi air bersih, listrik yang belum sampai ke desa-desa, sarana telekomunikasi yang sangat terbatas. Ini semua, kata BKH, merupakan realitas yang terjadi selama 10 tahun belakangan. Kondisi ini tidak bisa lagi dipertahankan tetapi harus dirubah dan BKH-Nope memberikan solusi yang tertuang dalam 15 mantra mantap.

"Kita tidak sekadar janji tapi kita berikan solusi. Membangun NTT tidak bisa mengandalkan APBD tetapi harus ada sumber lain. BKH-Nope punya solusi itu untuk mendapatkan dana di luar APBD. Ada paket lain bilang BKH bohong dengan menjanjikan Rp 500 juta/desa sehingga jangan pilih BKH-Nope. Mereka yang bilang itu karena tidak tahu sehingga bertanya seperti itu. Mereka yang tanya itu karena mereka selama ini hanya mengandalkan APBD untuk membangun NTT. Padahal dana dari luar APBD sangat banyak. Ada banyak sumber keuangan yang bisa kita dapat untuk membangun NTT. Saya dua periode menjadi anggota DPR RI, jadi saya tahu di mana tempat untuk mendapatkan dana untuk membangun NTT. Saya tahu sehingga saya berani sampaikan terbuka kepada masyarakat NTT dan saya mampu mempertanggungjawabkan apa yang saya sampaikan ini. Ada yang berikan bantuan Rp 250 juta itu karena hanya mengandalkan APBD. Bangun NTT tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan PAD yang kecil ini tetapi butuh keberanian dengan cara yang luar biasa sehingga wajah NTT semakin lebih baik, sejahtera dan bermartabat," ujar BKH.

Menurut BKH, dari 15 mantra mantap yang mereka keluarkan, ada 3 agenda utama yang menjadi skala prioritas. Pertama, menyelesaikan infrastruktur  pokok jalan raya propinsi dalam waktu 2 tahun anggaran. Untuk Kabupaten Belu akan dibangun kawasan perbatasan dan menjadikan Atambua sebagai kota terdepan di NTT termaju dan termodern. Ini sejalan dengan harapan Presiden SBY agar kawasan perbatasan ditata lebih baik karena sebagai beranda depan NKRI. Kedua, meletakan kebijakan pembangunan dari desa karena omong miskin berarti harus membangun dari desa karena warga miskin banyak di desa, tingkat kematian ibu hamil dan anak juga di desa, pengangguran juga cukup tinggi di desa.  

"Makanya kita alokasikan anggaran Rp 500 juta/desa itu agar permasalahan yang saya sebutkan itu segera diatasi. Saya mau katakan dana yang kami sampaikan ini bukan ilusi, bukan bohong karena untuk mendapatkan dukungan agar BKH-NOpe terpilih tetapi ini kenyataan. Kalau orang lain berpikir hanya sebatas tempurung kelapa maka itulah hasilnya selalu memfitnah orang. Tapi saya ini sudah terbiasa dengan fitnahan, cercaan. Bagi BKH-Nope tetap punya komitmen membangun NTT lebih baik, sejahtera dan bermartabat jika seluruh masyarakat NTT mempercayakan dengan mencoblos nomor 5 pada tanggal 18 Maret 2013 nanti," kata BKH disambut gemuruh yel-yel hidup BKH-NOpe, pasti menang satu putaran.

Sementara juru kampanye lain seperti, Wili Lay naik ke panggung membakar massa pendukung dengan meminta agar pada tanggal 18 Maret jangan ragu-ragu mencoblos tanda gambar nomor 5 (BKH-Nope) karena memiliki integritas membangun NTT semakin lebih baik dari saat ini. Paket BKH-Nope memiliki visi dna misi yang jelas yang sudah dituangkan dalam kartu solusi. Ada 15 mantra mantap yang sudah sangat jelas mampu dilakukan paket ini untuk membuat perubahan yang besar di NTT. Paket BKH-Nope merupakan paket yang cerdas dan mau membangun dengan keiklasan hati untuk kemajuan NTT yang maju sejajar dengan propinsi lain di Indonesia.

"Belu berbatasan langsung dengan negara RDTL. Selama ini kita warga perbatasan tidak pernah diperhatikan sehingga ada kekuatiran negara tetangga akan lebih maju dari kita. Untuk itu kami sangat menaruh harapan positif pada pemimpin muda yang punya kemampuan, memiliki visi misi yang jelas dalam menata perbatasan semakin lebih baik. Dan pilihan kita warga Belu tidak salah untuk menghantar paket BKH-Nope nomo urut 5 untuk memenangkan pertarungan pada tanggal 18 Maret nanti. BKH-Nope punya kemampuan lebih dari paket-paket lainnya, sangat enerjik dan berani untuk membuat perubahan di NTT umumnya dan menata perbatasan menjadi semakin lebih baik," ujar Wili Lay disambut tepuk tangan dari pendukung sambil berteriak, BKH-Nope menang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved