HUT Bhayangkara
Briptu Eka, Teh Hangat Menghalau Grogi
Briptu Eka Frestya Yulianti lincah dan lancar cuap-cuap di depan kamera televisi. Siapa sangka, saat baru lolos seleksi
POS KUPANG.COM -- Briptu Eka Frestya Yulianti lincah dan lancar cuap-cuap di depan kamera televisi. Siapa sangka, saat baru lolos seleksi menjadi penyiar tentang lalu-lintas di National Traffic Management Center (NTMC) Kepolisian Republik Indonesia, ia sangat awam berhadapan dengan sorotan kamera.
Dara kelahiran tahun 1988 ini bahkan mengakui sempat dilanda grogi saat harus berhadapan syuting kamera.
"Pastilah, awal-awalnya grogi di depan kamera. Dulu masih sering banyak salah di depan kamera, apalagi itu live. Tapi sekarang sudah biasa," kata Eka bangga, lalu tersenyum sipu.
Apa sih kiat mengusir grogi saat disorot kamera TV? Eka berbagi tips untuk anda. "Saya selalu meminum teh hangat sebelum live," ujarnya.
Jika menjadi anchor televisi terasa tidak mudah, justru latihan menggunakan senjata api tidak masalah. "Kalau soal kamera itu hal awam bagi saya, kalau soal senjata, dan latihan tembak kan itu pernah dipelajari."
Eka mengatakan untuk bisa menjadi seorang penyiar, ia harus melalui tahapan seleksi. "Waktu itu kami diseleksi ada ratusan orang. Lalu yang lolos hanya enam orang. Empat polwan dan dua polisi," singkat Eka.
Untuk menjadi penyiar, Eka selalu latihan khusus, salah satunya berbicara layaknya siaran langsung, dan menghadap cermin. " Latihan di rumah, latihan berbicara di depan kaca, sendirian," ujar Eka.
Selain itu, tentu harus mengikuti proses seleksi yang ketat, setelah lolos kemudian menempuh pelatihan selama dua minggu siaran di depan kamera di Korlantas.
Awal berkarir menjadi penyiar, Eka mengaku ditugaskan pertama kali akhir tahun 2010 saat operasi lilin 2010 menyambut Natal dan Tahun Baru.
Rutin Merawat Rambut ke Salon
DEMI menjaga tubuh tetap segar dan tampil cantik, Briptu Eka Frestya Yulianti mengaku menyiapkan waktu untuk merawat diri ke salon.
"Ya perawatan wajar lah. Seperti wanita kalau ke salon, salah satunya facial. Kalau untuk rambut biasanya rutin, karena rambut Polwan tidak boleh panjang. Harus 2 sentimeter di bawah kerah," ujar Briptu Eka Frestya Yulianti kepada Tribun Jakarta.
Walau begitu, pergi ke salon bukan suatu kewajiban yang terjadwal ketat, melainkan kalau ada waktunya. "Kalau harus menyiapkan waktu khusus sih, enggak," ucap Eka.
Eka mengaku hanya menjalani perawatan salon biasa seperti yang dilakukan kaum Hawa pada umumnya.
Meski nama dan wajahnya terkenal sebagai penyiar lalu-lintas di NTMC, Briptu Eka tetap rendah hati. "Terkenal si enggak, tapi pasti ada yang tahu. Jadi familiar mereka nggak asing dengan wajah saya," ujar Eka.
Saat berada di ruang publik, Eka seringkali disapa orang yang tidak dikenalnya. Bahkan ada yang memanggil diajak foto bersama.