Kamis, 11 Juni 2026

Catatan Untuk Para Juventini

Hasrat bergelora meraih scudetto Serie A 2011/12 melecut denyut pecinta Juventus bergegas berteriak, saatnya mengobarkan revolusi sarat cinta.

Tayang:
Editor: Sipri Seko

Di bawah Conte, Juventus memercayai kalkulasi yang logis dari setiap persiapan latihan, mencakup pertimbangan-pertimbangan dari sisi psikologis masing-masing pemain. Hasilnya kemudian dibawa dan menjadi bagian tak terpisahkan dari porsi latihan keseharian.

Hai juventini, efek conte lahir dari pengalaman pahit masa lalu. Musim kompetisi 2010/2011, Juventus tersungkur ke peringkat ketujuh.

Belum lagi ada luka masa lalu kasus Calciopoli yang membuat galau juventini. La vechia signora (si nyonya tua) tidak segera berduka kemudian berkubang nista. Ada kebangkitan yang bersumber dari cinta untuk cinta. Inilah doktrin Juventus bahwa cinta untuk cinta.

Doktrin cinta yang dihembus-hembuskan Conte bermuara dari semangat mempersatukan, bukan justru menceraiberaikan. Pengamat sosial Italia Darwin Pastorin menulis bahwa Juventus lahir dan hidup sebagai tim yang menyatukan setiap orang, untuk semua golongan, dari kalangan pekerja sampai intelektual.

Memang, Juventus didesain sebagai langkah pemersatu seluruh Italia. Ingat juventini bahwa "winning team" Piala Dunia 1982 justru mengandalkan tujuh pemain asal Juventus.

Nah, juventini, teruslah menimba air kesegaran dari bejana kehidupan bernama Juventus di bawah "santo" (orang suci dalam tradisi Katolik) bernama Antonio Conte.

Sumber:
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved