Kisah Tiga Wanita Penghibur
POS-KUPANG.COM, SUARA musik berirama keras terdengar dari ruangan bar Hotel Kelapa Lima Indah-Kupang, Sabtu (25/6/2011) sekitar pukul 22.00 Wita. Malam itu tidak terlihat adanya hilir mudik para pria hidung belang seperti biasanya.
POS-KUPANG.COM, SUARA musik berirama keras terdengar dari ruangan bar Hotel Kelapa Lima Indah-Kupang, Sabtu (25/6/2011) sekitar pukul 22.00 Wita. Malam itu tidak terlihat adanya hilir mudik para pria hidung belang seperti biasanya.
Hanya beberapa pria dewasa yang terlihat tergopoh-gopoh masuk ke dalam kawasan hotel itu sambil melirik ke kiri dan ke kanan seakan ingin melihat situasi, jangan sampai kedatangannya di tempat itu diketahui orang-orang terdekatnya.
Setelah merasa aman, pria-pria itu langsung menyelinap masuk ke dalam beberapa kamar di tempat itu. Beberapa pintu kamar yang ditempati beberapa wanita di lantai satu, tampak terbuka. Wanita yang menghuni kamar-kamar itu mengisi waktu kosong dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Ada yang main kartu sendirian. Ada pula yang hanya duduk saja di atas tempat tidur, membiarkan roknya yang serba mini itu sedikit tersibak. Yang lainnya menatap sayu ke arah pintu, seakan mengundang masuk setiap pria yang melintas.
Penghuni Kamar Nomor 5 lain lagi. Dengan nada manja-membujuk, dia menyapa setiap pria yang melintas depan kamarnya. “Masuk mas...,” ujar wanita penghibur yang tampak muda itu.
Sekitar lima tahun silam, Kamar Nomor 5 itu sempat dipasangi garis polisi (police line) oleh penyidik Polres Kupang Kota. Sebab wanita yang saat itu menghuni kamar tersebut, ditemukan tewas. Ida Yati, wanita penghibur asal Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur itu, diduga kuat dibunuh di kamarnya.
Saat ditemukan, kondisi jenazahnya mengenaskan. Kepalanya lembek dan jasadnya dibiarkan mengambang dalam bak kamar mandi yang penuh dengan air. Air dalam bak menjadi merah darah. Sementara itu kondisi kamar korban masih terlihat rapih. Tidak ada barang korban yang hilang.
Semakin kuat dugaan bahwa Ida Yati, diduga tewas akibat kepalanya dibenturkan ke tembok kamar mandi oleh pelaku pembunuhan. Siapa pembunuh wanita malang itu, sampai saat ini polisi belum bisa mengungkapnya.
Pembunuhan terhadap Ida Yati berlangsung tanpa diketahui wanita penghibur yang menempati kamar di samping kamar korban maupun petugas keamanan hotel. Diduga kuat pelaku adalah orang terlatih dan dekat dengan Ida Yati.
“Kemungkinan pelakunya orang dekat korban. Kami takut jangan sampai kejadian seperti itu akan menimpa di antara kami ini. Kami minta polisi ungkap kasus ini,” kata se-orang teman korban yang sudah tiga tahun menghuni tempat hiburan malam tersebut.
Para penyidik Kepolisian Polres Kupang Kota (saat itu masih berstatus sebagai Polresta, Red) melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa beberapa saksi.
Salah satunya adalah petu-gas kebersihan di Hotel Kelapa Lima Indah. Kesaksian pria asal Amfoang Selatan itu sudah mengarah pada pengungkapan kasus itu. Namun sampai saat ini, polisi tidak melanjutkan penyelidikan kasus itu.
Sejumlah anggota Buser Polres Kupang Kota pernah ditugaskan ke Amfoang Selatan untuk menjamput saksi kunci itu, namun para anggota kepolisian itu harus kembali lagi ke Kupang dengan alasan kendaraan yang mereka tumpangi rusak dalam perjalanan ke Amfoang.
***
Belum terungkap kasus pembunuhan Ida Yati, kasus serupa menimpa wanita penghibur lainnya, Yosi, di Hotel Citra, yang berdampingan dengan Hotel Kelapa Lima Indah. Yossi yang juga seorang wanita penghibur ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka. Sampai saat ini, kasus yang menimpa Yossi belum terungkap.
Kasus ini menambah panjang deretan kasus pembunuhan terhadap wanita penghibur di tempat hiburan malam. Kasus pertama menimpa Kiki. Wanita penghibur itu dihabisi di kamarnya pada tahun 2006 silam. Pembunuhan terhadap Kiki juga dilakukan “pembunuh profesional”. Nyaris tidak meninggalkan jejak dan sidik jari di lokasi kejadian, yakni kamar korban.
Kemudian kasus pembunuhan menimpa Ida Yati (2009), menyusul Yosi.
Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Rahmat Hermawan yang dikonfirmasi Pos Kupang, mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Yosi masih dalam penyelidikan.
Dia mengaku polisi sulit mendapat saksi kunci kasus pembunuhan tersebut.
“Teman-teman korban yang bersebelahan kamar dengan korban, semuanya mengaku tidak mendengar ada peristiwa dalam kamar itu. Mereka semua tutup mulut, tidak memberikan informasi,” kata Rachmat Hermawan. Meski demikian, katanya, polisi tetap berusaha mengusut kasus itu untuk mengidentifikasi pelaku pembunuhan.