Laporan Maxi Marho

21 Anak di Rote Kena Campak

BA'A, Pos-Kupang.Com -- Sebanyak 21 anak dari empat desa di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao, terserang campak. Kasus ini sedang ditangani petugas kesehatan di wilayah setempat.

BA'A, Pos-Kupang.Com -- Sebanyak 21 anak dari empat desa di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao, terserang campak. Kasus ini sedang ditangani petugas kesehatan di wilayah setempat.

Demikian Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Dra. Emeliana Seran-Salean, M.Kes, ketika ditemui di aula Bappeda Rote Ndao, Senin (4/4/2011).

"Total anak yang terserang penyakit campak ada 21 orang dari empat desa di Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), yakni  Desa Mewain, Desa Oebou,  Desa Batutua dan Desa Lalokoen.
Cuma rincian jumlahnya tiap desa saya tidak ingat persis karena
datanya ada di kantor," kata Emeliana.

Menurut Emeliana, dirinya bersama wakil bupati Rote Ndao  sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi anak yang terserang penyakit campak, Jumat (1/4/2011) siang. Setelah
ditangani petugas medis Puskesmas Batutua, saat ini kondisi anak penderita campak mulai membaik.

"Penyakit campak sudah diderita anak-anak di Rote Barat Daya (RBD) sejak sepekan lalu. Anak yang menderita campak umumnya berusia balita dan hanya satu atau dua orang yang berusia enam atau tujuh tahun. Ciri-ciri penyakit ini, kulit badan anak kemerahan-merahan dan bintik-bintik," kata Emeliana.

Dikatakannya,  penyakit campak disebabkan virus dan bisa
 menyerang orang dewasa. Jika daya tahan tubuh anak atau daya
tahan tubuh kurang kuat, maka anak  mudah terserang campak.
Apalagi jika kondisi gizi anak menurun dan gizi buruk, maka anak akan mudah terserang penyakit campak.

Pada kasus campak di Rote Barat Daya (RBD), ada dua atau tiga anak  dalam kondisi gizi  kurang sehingga daya tahan tubuh lemah dan anak mudah terserang penyakit campak.

Menyinggung soal informasi bahwa kasus  campak di Rote Barat Daya (RBD) termasuk kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah penderitanya cukup banyak, Emeliana mengatakan, sesuai aturan jika penderita campak mencapai jumlah lebih dari enam orang, maka dinas kesehatan kabupaten harus segera melaporkan hal itu kepada dinas kesehatan propinsi. Tetapi hal itu tidak berarti penyakit campak yang menyerang anak-anak di RBD termasuk KLB.

"Kasus campak di Rote Barat Daya (RBD) sudah kami laporkan ke Dinas Kesehatan NTT karena kasusnya sudah lebh dari enam
orang. Tapi belum termasuk KLB campak. Kalau lebih dari enam kasus, maka hal itu akan menjadi perhatian Dinas Kesehatan Propinsi NTT juga," kata Emeliana.

Emeliana menambahkan, mudahnya anak di RBD  terserang campak juga karena balita tidak pernah diimunisasi campak. Hal itu terjadi karena orangtua anak takut anaknya diimunisasi campak dengan alasan anaknya akan mengalami demam atau panas tinggi jika diberi imunisasi atau vaksin campak.

"Karena anak sudah terserang campak, maka orangtua mengizinkan anaknya diberi vaksin campak. Kalau soal ketersediaan vaksin di dinas kesahatan sangat cukup, baik untuk imunisasi campak maupun imunisasi polio. Biasanya imunisasi dilakukan saat posyandu," kata Emeliana. (mar)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved