Laporan Kanis Lina Bana

Jaksa Endus Tender Buku Rp 7,7 M

RUTENG, Pos-Kupang.Com -- Aparat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng mengendus dugaan penyimpangan tender buku sebesar Rp 7,7 miliar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur. Jaksa tengah menjaring dan mengumpulkan beberapa data pendukung terkait kasus tender tersebut.

RUTENG, Pos-Kupang.Com -- Aparat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng mengendus dugaan penyimpangan tender buku sebesar Rp 7,7 miliar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur.  Jaksa tengah menjaring dan mengumpulkan beberapa data pendukung terkait kasus tender tersebut.

"Menurut informasi yang masuk ke Kejaksaan Ruteng, ada dugaan penyimpangan tender terkait pengadaan buku. Menurut informasi lain, ada gratifikasi terkait proyek itu. Namun informasi itu masih mentah karena belum ada bukti yang valid.

Meski demikian jaksa tetap mengusut kasus itu sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng, Gembong Priyatno, S.H, saat ditemui Pos Kupang  di Ruteng, belum lama ini.

Dia ditemui terkait adanya desakan dari elemen masyarakat yang meminta Kejari Ruteng mengusut tuntas dugaan penyimpangan tender proyek pengadaan buku di Dinas PPO Matim.

Menurut Gembong, informasi dugaan penyimpangan tender proyek pengadaan buku di Dinas PPO Matim sudah diketahui pihak Kejari Ruteng. Namun pihaknya belum bisa mengambil langkah karena keterbatasan informasi. Meski demikian,  dugaan penyimpangan itu tetap menjadi target kejaksaan.

"Kita tetap endus dugaaan penyimpangan tender buku di Dinas PPO Matim. Kita masih menjaring informasi serta mencari  beberapa data pendukung. Ada informasi ada gratifikasi, tapi belum ada saksi karena masih seturut atau katanya-katanya saja. Kejari masih lacak lebih lanjut," tegasya,

Sebelumnya (Pos Kupang, 13/3/2011), Lembaga Pengkaji, Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Manggarai meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng  mengusut proses tender proyek pengadaan buku sebesar Rp 7.787.5000.000 di Dinas  PPO Manggarai Timur. Panitia tender diduga tidak bekerja profesional bahkan  diduga ada   skenario  untuk meloloskan rekanan tertentu yang dijagokan panitia.

"Saya minta jaksa  usut tuntas mafia tender proyek buku di PPO Manggarai Timur untuk mengungkap  skenario yang dimainkan panitia tender. Saya tidak punya kepentingan apa pun dengan proyek itu, tapi saya mau supaya aturan harus ditegakkan," ujar Direktur LPPDM, Marsel N Ahang, ketika mendatangi Pos Kupang di Ruteng, Kamis (10/3/2011).

Dia menjelaskan, dari data yang diperoleh ditemukan sejumlah
kejanggalan yang dilakukan panitia. Di antaranya   anggota panitia tidak memiliki persamaan persepsi sehingga banyak rekanan mengajukan sanggahan terhadap keputusan panitia. Kedua, berita acara pemenang tender hanya ditandatangani  tiga orang panitia.  Tiga panitia tidak mencantumkan alasan rangking satu dalam penawaran digugurkan dan memenangkan rangking berikutnya. Karena itu, LPPDM mendesak Kejari Ruteng untuk mengusut kejanggalan proyek pengadaan buku itu. Sebab  secara prosedural jika ada kekeliruan maka proyek itu tidak akan berjalan mulus.

Hasil penelusuran Pos Kupang di Borong  selama pekan ini menyebutkan proyek pengadaan buku untuk SD Rp 6.650.000.000. Untuk SMP Rp 1.137.500.000 total dana seluruhnya Rp Rp 7.787.500.000. Saat dibuka penawaran, PT Lentera Abadi  menempati peringkat satu dengan
penawaran Rp 5.926.396.000. Peringkat II PT Balebat Dedikasi Prima dengan  penawaran Rp 6.027.125.000. Peringkat III PT Rami Mutiara Cemerlang dengan  penawaran Rp 6. 112.806.600. CV Griya Ilmu peringkat IV dengan penawaran Rp 6.194.615.000. Sementara PT Makmur Jaya Utama peringkat lima dengan penawaran Rp 6.284.442.500,

PT Titra Buana Sakti  peringkat enam untuk  penawaran Rp
6.365.787.900, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri JO PT Mentari Jaya Perkasa  peringkat tujuh dengan Rp 6.460.580.000 dan CV Empera jo CV Dwi Jaya peringkat delapan dengan  penawaran Rp 6.474.650.000.

Menindaklanjuti  pembukaan penawaran itu,  anggota panitia  yakni Flavianus Leten, Frans Jedi, Jefrin Haryanto Djehaut dan Gerardus Galus melakukan survei gudang dan kesanggupan rekanan terkait pengadaan buku.  Sementara ketua panitia Drs. Nikolaus Saka, M.Si tidak ikut ke Jakarta untuk
survai. Hasil survai empat orang panitia itu dibatalkan karena
keberangkatan anggota panitia tidak lengkap. Panitia lalu berangkat  survei tahap kedua. Dalam survey tahap dua  tanpa kehadiran Jefryn Haryanto Djehaut.  Saat pengumuman pemenang 2 Maret 2011  panitia mengumumkan pemenang, pengadaan buku untuk SD yakni PT Balebat Dedikasi Prima, rangking dua Tiga Serangkai. Pengadaan buku untuk SMP, yakni  CV Empera, ranking dua Tiga Serangkai.  (lyn)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved