Laporan Maxi Marho
Polres Rote Ndao Periksa Wartawan
BA'A, Pos-Kupang.Com---Aparat penyidik Polres Rote Ndao, Kamis (3/2/2011) lalu, meminta keterangan wartawan Surya Inside, Danny Panie, terkait kasus dugaan pembunuhan mantan pegawai kejaksaan, Johanis Mboeik (60).
BA'A, Pos-Kupang.Com---Aparat penyidik Polres Rote Ndao, Kamis (3/2/2011) lalu, meminta keterangan wartawan Surya Inside, Danny Panie, terkait kasus dugaan pembunuhan mantan pegawai kejaksaan, Johanis Mboeik (60).
Danny Panie diambil keterangan karena menjadi tetangga terdekat korban, di wilayah RT 08, RW 03 Kelurahan Namodale-Kota Ba'a, Kabupaten Rote Ndao. Danny Panie yang dihubungi ke telepon selulernya, Jumat (11/2/2011) petang, membenarkan jika dirinya dimintai keterangan penyidik Polres Rote Ndao, Bripka Vinsensius Bosco, di Mapolsek Lobalain-Ba'a.
Saat diambil keterangan, Panie disodorkan belasan pertanyaan seputar keberadaannya pada hari kejadian, dan sejauh mana ia mengenal korban Johanis Mboeik sebagai seorang tetangga dekat rumahnya.
"Kepada menyidik kepolisian saya menjelaskan bahwa saya keluar dari rumah pukul 10.00 Wita untuk melakukan kegiatan peliputan, dan kembali ke rumah sekitar pukul 15.00 Wita. Selama peliputan saya bersama wartawan Pos Kupang, Maxi Marho, dan teman wartawan lainnya," kata Panie.
Saat sampai di rumahnya, kata Panie, dirinya kemudian tidur atau istirahat siang. Setelah sekitar 30-an menit kemudian ia terbangun karena banyak orang berdatangan ke rumah korban saat tersiar kabar bahwa korban tewas terbunuh.
"Saya menjelaskan apa adanya seperti yang saya alami. Soal kedekatan dengan korban, kepada penyidik kepolisian saya katakan bahwa hanya sebatas tetangga rumah," kata Panie.
Johanis Mboeik (60), warga RT 08 RW 03 Kelurahan Namodale-Kota Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, tewas dibunuh orang tak dikenal di kediamannya, Kamis (27/1/2011) siang. Johanis Mboeik tewas terkapar di ruang tamu rumahnya dengan kondisi bersimbah darah. Almarhum Mboeik yang biasa disapa Nani Mboeik terkapar dengan posisi tubuh tertelungkup menyamping.
Peristiwa pembunuhan ini pertama diketahui Rudy Hartono, tetangga rumah yang juga Sekretaris RT 08, RW 03 Kelurahan Namodale saat Rudy sore hari pukul 15.00 Wita datang ke rumah Mboeik untuk menyalakan listrik karena selama ini rumahnya mengambil aliran listrik dari rumah korban. (mar)