Laporan Maxi Marho
Polisi Diminta Usut Pembunuhan Mboeik
BA'A, PK -- Aparat Polres Rote Ndao diminta mengusut tuntas kasus pembunuhan Johanis Mboeik (60), warga RT 08, RW 03 Kelurahan Namodale-Kota Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, yang tewas dibunuh orang tak dikenal di rumahnya, Kamis (27/1/2011) siang.
BA'A, PK -- Aparat Polres Rote Ndao diminta mengusut tuntas kasus pembunuhan Johanis Mboeik (60), warga RT 08, RW 03 Kelurahan Namodale-Kota Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, yang tewas dibunuh orang tak dikenal di rumahnya, Kamis (27/1/2011) siang.
Permintaan ini disampaikan anggota DPD RI, Ir. Sarah Lerry Mboeik yang mewakili keluarga korban.
"Pasti ada motif tertentu sehingga saudara atau orangtua kami itu dibunuh. Apakah karena ada yang tidak suka dengannya karena terkait masalah pribadi, atau masalah pekerjaan proyek dan sebagainya. Kami berharap dan minta kepolisian mengusut tuntas, mencari dan menemukan siapa pelakunya," kata Lerry Mboeik yang menghubungi Pos Kupang melalui telepon, Sabtu (29/1/2011) siang.
Menurut Lerry, saat kejadian di TKP ada berkas kontrak proyek yang ditemukan di lantai karena diduga ada yang membuang berkas kontrak proyek tersebut. Pasalnya, pada tahun 2010 korban yang adalah pensiunan pegawai kejaksaan ini sempat menjadi kotraktor mengerjakan salah satu proyek pemerintah.
"Kemungkinan bisa saja jika terkait pelaksanaan pekerjaan proyek. Tapi bisa juga motif lain. Kami dari pihak keluarga berharap pelaku bisa ditemukan polisi, ditangkap untuk diproses hukum," kata Lerry.
Johanis Mboeik (60), warga RT 08, RW 03 Kelurahan Namodale-Kota Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, tewas dibunuh orang tak dikenal di kediamannya, Kamis (27/1/2011) siang. Johanis Mboeik tewas terkapar bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
Jenazah Johanis Mboeik yang biasa disapa Nani Mboeik terkapar dengan posisi tubuh tertelungkup menyamping. Korban memakai baju kaus celana pendek coklat bergaris. Pada bagian leher belakang (tengkuk) terlihat luka memanjang bekas dipotong secara berulang kali.
Peristiwa pembunuhan ini pertama diketahui oleh Rudy Hartono, tetangga korban yang juga sekretaris RT 08 RW 03 Kelurahan Namodale. Saat itu, Rudy Hartono datang ke rumah Johanis Mboeik untuk menyalakan listrik karena rumahnya mengambil aliran litrik dari rumah korban.
Saat ia mengetuk pintu depan tapi korban tidak menjawab. Rudy putar ke bagian belakang rumah masuk pintu rumah bagian belakang. Saat di ruang tamu untuk menghidupkan kontak listrik, ia kaget melihat tubuh korban terkapar di lantai. (mar)