Laporan Maxi Marho
Pensiunan Kejaksaan Tewas Dibunuh
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Johanis Mboeik (60), warga RT 08 RW 03 Kelurahan Namodale-Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, tewas dibunuh orang tak dikenal di rumahnya, Kamis (27/1/2011) siang. Pensiunan pegawai kejaksaan ini ditemukan tewas terkapar bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Johanis Mboeik (60), warga RT 08 RW 03 Kelurahan Namodale-Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, tewas dibunuh orang tak dikenal di rumahnya, Kamis (27/1/2011) siang. Pensiunan pegawai kejaksaan ini ditemukan tewas terkapar bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
Seperti disaksikan Pos Kupang, Kamis (27/1/2011) sore, jenazah Johanis Mboeik yang akrab disapa Nani Mboeik itu terkapar dengan posisi tertelungkup menyamping. Korban memakai baju kaus kutang biru kehijauan, celana pendek coklat bergaris. Pada bagian leher belakang atau tengkuk korban terlihat luka memanjang bekas dibacok berulang kali.
Pembunuhan di siang bolong itu menggemparkan warga sekitar. Korban pertama kali ditemukan oleh Rudy Hartono, tetangganya, yang juga Sekretaris RT 08, RW 03, Kelurahan Namodale.
Rudy Hartono kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, sekitar pukul 15.30 Wita dia datang ke rumah Johanis Mboeik untuk menyalakan listrik karena selama ini rumahnya mengambil aliran
listrik dari rumah korban.
Saat di rumah korban, dia mengetuk pintu depan tapi tidak ada jawaban. Rudy berjalan ke bagian belakang rumah dan masuk rumah lewat pintu bagian belakang.
Saat sampai di ruang tamu untuk menghidupkan kontak listrik, dia terkejut melihat tubuh korban terkapar di lantai bersimbah darah.
Rudy langsung berlari keluar rumah memanggil warga sekitar supaya datang melihat.
"Waktu saya masuk saya kaget lihat Bapak Nani Mboeik terkapar di lantai. Saya langsung lari ke luar rumah dan berteriak minta tolong. Saya juga langsung pergi ke rumah Ketua RT 08 untuk memberitahukan apa yang menimpa Pak Nani Mboeik. Saya tidak sempat lagi menyalakan lampu," kata Rudy.
Setelah warga berdatangan dan melihat kalau korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, kata Rudy, ia melaporkan peristiwa itu ke Polsek Lobalain sehingga aparat kepolisian datang ke TKP.
Menurut Rudy, selama ini korban tinggal sendiri di rumahnya. Korban adalah seorang pensiunan pegawai kejaksaan.
Hal ini dibenarkan Ketua RT 08, RW 03, Kelurahan Namodale, Kristofel Koten.
"Setahu saya selama ini korban tidak punya musuh. Tapi selebihnya saya tidak tahu karena selama ini korban tinggal sendiri. Memang sebelumnya ada juga ponakan yang tinggal bersamanya," kata Koten.
Kapolsek Lobalain, Ipda Anggara Rustamyono, ketika ditemui di lokasi kejadian, Kamis (27/1/2011) sore, mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan polisi. Pihak kepolisian masih melakukan olah TKP dan akan memeriksa pihak yang mungkin terkait dan melihat kejadian.
"Kami masih olah TKP. Jadi kami masih selidiki kasus ini," kata Anggara.
Seperti disaksikan Pos Kupang, rumah korban sudah dipasang garis polisi (police line). Setelah olah TKP, aparat kepolisian membawa jenazah korban ke RSUD Ba'a untuk divisum.
Meski pembunuhan terjadi di siang bolong, tidak ada yang mengetahui pelaku pembunuhan sadis itu.
Keluarga korban, Marlin Mboeik mengatakan, jenazah korban akan dibawa ke rumah keluarga karena di rumah itu korban tinggal sendirian. Marlin Mboeik menolak berkomentar lebih jauh mengenai kasus pembunuhan ini. (mar)