Laporan Kanis Lina Bana

Irigasi Wae CES Jebol 100 Meter

RUTENG, Pos Kupang.Com-- Saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Wae Ces IV di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai jebol sepanjang 100 meter. Hal ini terjadi menyusul hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu.

RUTENG, Pos Kupang.Com-- Saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Wae Ces IV di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai jebol sepanjang 100 meter. Hal ini terjadi menyusul hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu. 

Sementara saluran irigasi di DI Wae Ngencung ambruk sepanjang 40 meter. Akibatnya, tanaman padi yang telah berusia 115-120 hari yang siap panen terancam gagal panen.

Kepada Desa (Kades) Bangka Kenda, Damianus Jurus, menyampaikan hal itu di Ruteng, Sabtu (11/12/2010). Jurus mengatakan,  saluran Irigasi Wae Ces IV yang menjadi kewenangan pemerintah propinsi, dalam hal ini Dinas PU NTT, salurannya masih berupa tanah.

Kondisi ini membuat saluran mudah diterjang air. Apalagi debit air di saluran irigasi saat hujan sangat besar. Padi di lahan persawahan itu terancam gagal panen. Apalagi kondisi hujan di wilayah Ruteng dan sekitarnya kian meningkat. "Empat ratus lima puluh KK yang menggantungkan hidupnya dari tanaman padi sawah terancam lapar jika intensitas hujan terus meningkat," katanya.

Menurutnya, pasokan air dari dua irigasi selama ini cukup baik. Namun khusus DI Wae Ces IV saluran irigasi sering rusak dan masuk ke sawah. Kondisi ini membuat padi yang sebenarnya  tidak membutuhkan  air karena memasuki usia pematangan, rusak akibat genangan air.

Sementara lahan sawah yang membutuhkan air justru tidak tersuplai karena air merembes ke mana-mana. Diharapkan Seksi Pengairan Bidang PSDA Dinas Pu NTT bisa mengalokasikan anggaran untuk perbaikan saluran irigasi itu.

"Petugas dari Dinas PU NTT sudah datang lihat dan diharapkan bisa dilakukan perbaikan secepatnya sehingga petani bisa tertolong," katanya.

Khusus saluran Irigasi Bea Ngencung, kata dia, pernah diperbaiki beberapa tahun lalu dan saluran irigasi yang ambruk 40 meter itu membutuhkan perbaikan permanen.
Kades Jurus mengatakan, untuk menghentikan aliran air  ke lokasi sawah yang padinya sudah matang perlu perbaikan saluran sebab tingkat kerusakan sangat fatal. (lyn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved