Sabtu, 11 April 2026

Swiss Lirik Obyek Wisata Nagekeo

MBAY, POS KUPANG.Com --Menindaklanjuti kerja sama antara Negara Swiss dengan Indonesia beberapa waktu lalu untuk mengembangkan pariwisata di Pulau Flores, maka melalui Swiss Contact sudah mulai melirik potensi wisata di Kabupaten Nagekeo.

MBAY, POS KUPANG.Com  --Menindaklanjuti kerja sama  antara Negara  Swiss dengan Indonesia beberapa waktu lalu untuk mengembangkan  pariwisata di Pulau Flores, maka melalui Swiss Contact sudah mulai melirik potensi wisata di Kabupaten Nagekeo.

Konsultan Swiss Contact, Matheus Siagian, yang ditemui di Mbay, Minggu (14/11/2010), mengakui hal itu. Menurutnya, dia berada di Nagekeo selama dua hari, yakni hari Sabtu dan Minggu (13-14/11/2010). Keberadaannya di daerah bagian utara Flores itu,  dalam rangka melihat dan merasakan menu makanan tradisional, sekaligus melihat obyek wisata yang belum pernah dipromosi atau dikunjungi oleh wisatawan.

"Dari hasil perjalanan saya di Nagekeo, obyek wisata yang paling menarik adalah wisata budaya seperti tinju adat dan beberapa  lainnya. Tinju adat luar biasa, sangat  luar biasa menarik dan sangat unik. Ini harus dilestarikan," kata Matheus.

Secara umum, ada dua hal yang menurut dia harus diperhatikan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo berkaitan dengan potensi wisata di daerah itu. Pertama, berkaitan dengan makanan tradisional. Menurut dia, Nagekeo punya banyak makanan khas tradisional tetapi warganya sendiri enggan dan malu menyajikan itu kepada tamu yang datang. Antara lain wete,ghedo, keo, kholo lewa, ize, uze, lipe, hobho, dan yang lainnya. Menu tradisional ini kata dia, harus lebih sering lagi diperkenalkan khusunya kepada tamu wisata.

Kedua, masyarakat diharapkan untuk tidak mengubah bentuk asli dari sebuah peninggalan, atau tetap dibiarkan sesuai dengan kondisi aslinya. Dia menjelaskan, hasil pengamatan langsung terhadap berbagai potensi wisata tersebut, akan dia tuangkan dalam bentuk tulisan, gambar dan foto. Selanjutnya akan dijadikan sebuah referensi bagi Swiss Contact sendiri dalam rangka pengembangan pariwisata di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo.

Tahap selanjutnya menurut Matheus, Swiss Contact akan memberikan latihan atau  konsultasi hotel dan restoran baik di Nagekeo maupun di beberapa daerah lain di Flores. Ini bertujuan untuk menyiapkan SDM yang baik dalam hal penyediaan menu makan, dan kebersihan hotel serta restoran yang layak.

Selain Nagekeo, dirinya sudah memantau langsung hal yang sama di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Selanjutnya dia akan mengunjungi daerah Ende, Sikka sampai Flores Timur.


Dari hasil pantauan, masing-masing daerah memiliki potensi wisata yang berbeda. Antara lain, Manggarai Barat menurutnya yang paling menonjol adalah wisata bahari (laut). Tentunya selain komodo dan beberapa wisata lainnya. Di Manggarai, yakni wisata alam Ulumbu, sedangkan di Manggarai Timur antara lain Pantai Cepi Watu, Air Terjun Cunca Kuang dan keindahan Mbolata.

"Yang menonjol di Manggarai adalah wisata alam, seperti pantai dan air terjun. Berbeda dengan Ngada dan Nagekeo. Dua daerah terakhir ini yang paling menonjol adalah wisata budaya dan makanan khasnya. Termasuk di dalamya adalah tinju adat," kata Matheus, yang menyempatkan diri ikut bertarung dalam tinju adat di Nagekeo.

Berkaitan dengan keindahan 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada dia menghimbau agar perlu dibuatkan kawasan lindung. Misalnya, di beberapa pulau tertentu nelayan dilarang menangkap ikan atau warga dilarang melakukan aktivitas tertentu. Ini menurutnya, demi melestarikan jenis ikan tertentu atau memelihara kelestarian lingkungan sekitar.

Selama ini Matheus sendiri berkantor di Labuan bajo, dan sudah pernah memberikan konsultasi hotel dan restoran di daerah tersebut. (ff)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

Kodim Ende Gelar Sunatan Massal

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved