Rabu, 8 April 2026

Laporan Ferdy Hayong

Belu Terima Desa Mandiri Anggur Merah

ATAMBUA, Pos Kupang.Com -- Pemerintah dan masyarakat Belu sangat terbuka terhadap program desa/kelurahan mandiri Anggur Merah yang dicanangkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, belum lama ini.

ATAMBUA, Pos Kupang.Com -- Pemerintah dan masyarakat Belu sangat terbuka terhadap program desa/kelurahan mandiri Anggur Merah yang dicanangkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, belum lama ini.

Untuk Kabupaten Belu, dari total 24 kecamatan, ada 12 desa/kelurahan yang bakal menerima dana abadi Rp 250 juta yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui usaha ekonomi produktif (UEP) sesuai potensi yang ada di desa/kelurahan tersebut.

Meski begitu, tim pengawas dari propinsi dan kabupaten harus sinergik dalam mengawasi program ini sehingga tepat sasaran, termasuk penentuan pendamping, haruslah diambil dari anak-anak desa atau kecamatan setempat.

Demikian sari pendapat Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, Ketua Komisi C DPRD Belu, Cyprianus Temu, S.Ip, di sela-sela kegiatan sosialisasi program desa/kelurahan mandiri Anggur Merah yang digelar tim Bappeda NTT di Atambua, Kamis (30/9/2010).

Hadir saat itu, Wabup Belu, Taolin Ludovikus, BA, Kepala Bappeda Belu, drg. Valentinus Parera, staf ahli Bappeda NTT, Ir. Lay Djaranjoera, M.Si, Ketua koordinator teknis tim sosialisasi program desa/kelurahan mandiri Anggur Merah, Djoese SM Naibuti, dan para camat.

Bupati Lopez menjelaskan, program yang dicanangkan Pemprop NTT hendaknya tidak dilihat sebagai program propinsi, tapi program pemerintah untuk masyarakat di Belu.

Meskipun pendanaan berasal dari propinsi, titik sasaran program ini adalah masyarakat Belu sehingga mutlak didukung karena program ini lebih mengarah pada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diwujudkan dalam program usaha ekonomi produktif (UEP). Dengan suport dana Rp 250 juta untuk kelompok usaha di desa/kelurahan, diharapkan potensi yang ada di wilayah itu bisa dioptimalkan.

"Memang masih dalam tahap sosialisasi, tapi kita di Belu sangat terbuka terhadap program ini. Ada program pemberdayaan masyarakat desa, seperti PNPM, P2KP, tapi itu lebih pada pembenahan infrastruktur. Tapi program desa/kelurahan mandiri Anggur Merah ini terutama pada UEP dengan mengoptimalkan potensi yang paling dominan. Jadi kalau di kecamatan atau desa  potensinya tomat, pisang, maka itu yang dioptimalkan. Kita berharap program ini bisa berjalan maksimal. Makanya saya minta camat memikirkan titik sasaran program apa yang mau dikembangkan di desa," katanya.

Bupati Lopez menambahkan, dalam hal perekrutan tenaga pendamping supaya memberdayakan anak-anak daerah setempat. Hal ini dimaksudkan agar yang bersangkutan memiliki tanggung jawab moril terhadap daerah kelahirannya. Selain itu, perlu kerja sama yang baik antara tim propinsi dan kabupaten dalam hal pengawasan program sehingga tidak mandek dalam perjalanan.

Hal senada ditekankan Cyprianus Temu. Dia menilai program ini sangat positif bagi masyarakat desa/kelurahan untuk mengoptimalkan potensi lokal. Meski begitu, Temu minta agar pengawasan lebih ditingkatkan. Tim propinsi harus mengatur jadwal kunjungan untuk melihat potensi yang dikembangkan dari program ini sehingga tidak terkesan lempar program dan tidak ada pengawasan lanjutan.

Untuk diketahui, program ini berjalan selama tahun anggaran 2011-2013 dengan kegiatan utama, pengembangan komoditas jagung dan ternak untuk mendukung ketahanan pangan. Selain itu, pengembangan budidaya perikanan tangkap, rumput laut, pengembangan komoditi perkebunan seperti jambu mete, kakao, kopi dan pengembangan koperasi simpan pinjam. Para pendamping akan diambil sarjana atau D4 yang berasal dari kecamatan setempat.(yon)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved