Sabtu, 25 April 2026

SK Lerik Diabadikan Sebagai Nama Jalan

KUPANG, POS KUPANG. com -- SK Lerik (alm) telah membangun Kota Kupang dengan semangat kasih, menoreh banyak karya untuk kemajuan Kota Kupang. Untuk mengenang jasa-jasanya, Pemkot Kupang akan mengabadikan nama SK Lerik sebagai nama jalan di Kota Kupang.

KUPANG, POS KUPANG. com -- SK Lerik (alm) telah membangun Kota Kupang dengan semangat kasih, menoreh banyak karya untuk kemajuan Kota Kupang. Untuk mengenang jasa-jasanya, Pemkot Kupang akan mengabadikan nama SK Lerik sebagai nama jalan di Kota Kupang.

Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe mengatakan itu saat menjadi inspektur upacara pemakaman jenazah SK Lerik di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, Kupang, Jumat (20/8/2010).

"Kepemimpinan SK Lerik sebagai walikota dua periode patut jadi model yang layak diteladani. Beliau adalah orang yang komit dan teguh dalam menjalankan tugas. Taat dan disiplin serta rasa tanggung jawab yang tinggi," kata Walikota Adoe.

Selama 21 tahun, katanya, SK Lerik mengabdikan hidupnya bagi Kota Kupang. Dia telah membangun Kota Kupang dengan semangat kasih dan menoreh berbagai karya monumental.

Dalam sambutannya di rumah duka, Jalan El Tari 2 nomor 105, Adoe menegaskan bahwa jasa SK Lerik bagi kemajuan Kota Kupang akan menjadi kenangan abadi masyarakat Kota Kupang. "Saya ingin patrikan nama almarhum sebagai salah satu nama jalan di Kota Kupang," ujarnya.

Adoe menceritrakan kembali kenangan saat berduet dengan SK Lerik pada pemilihan Walikota Kupang dimana akhirnya mereka berdua terpilih memimpin Kota Kupang periode lalu.

Saat itu kepala daerah dipilih oleh DPRD Kota Kupang. Almarhum Mell Jacob, S.H selaku Ketua DPRD Kota Kupang yang memimpin sidang Dewan memilih Walikota Kupang saat itu sudah "bingung". Dua kali putaran pemilihan belum ada pemenang.

"Pada waktu pemilihan putaran pertama ini, kami (pasangan DK Lerik-Daniel Adoe, Red) memang sudah berdoa, tapi doa masing-masing. Lalu tahap kedua lagi, kami dua berdoa, tapi juga masing-masing. Lalu masuk di tahap ketiga, kami berdua berpegangan tangan dan berdoa. Tuhan, kalau Tuhan berkenan untuk kami menang, kami masih butuh satu suara saja dan ternyata kami menang. Inilah kenangan yang tidak akan terlupakan," ujar Daniel Adoe.

Jenazah Letkol Inf. (Purn) Semuel Kristian Lerik dimakamkan secara militer di TMP Dharmaloka. Sebelumnya dilaksanakan ibadah di rumah duka yang dipimpin Pdt. Ivan Kristiono. Usai ibadah dan penghormatan terakhir oleh keluarga, jenazah dibawa ke kantor Walikota Kupang untuk disemayamkan beberapa saat. Setelah itu dibawa je TMP Dharmaloka untuk dimakamkan dalam upacara militer dengan inspektur upacara, Daniel Adoe (Walikota Kupang) dan komandan upacara Kapten Gatot Subagya, S.H dari Kodim 1604/Kupang.

Keinginan mengabadikan nama SK Lerik juga disampaikan beberapa anggota DPRD Kota Kupang, yakni Irianus Rohi, Isidorus Lilijawa,  John GF Seran, Adrianus Talli dan AMS Soleman.

Mereka menyarankan agar nama SK Lerik dipatrikan sebagai nama alun-alun yang akan dibangun Pemkot Kupang.

Hanya Satu Ginjal
Hingga usia mendekati 61 tahun, tidak ada keluarga yang mengetahui bahwa SK Lerik sejak lahir hanya mempunyai satu ginjal saja.

Hal ini disampaikan menantu dari SK Lerik, Ir. Roy Nendisa, MP saat menyampaikan ungkapan hati keluarga pada acara pemakaman jenazah SK Lerik.

"Kami baru tahu kalau Papi (SK Lerik, Red) ternyata hanya memiliki satu ginjal saja sejak lahir pada saat Papi dirawat di RS Mount Elisabeth," ujarnya.

Saat mendengar itu, katanya, semua keluarga menyatakan kesediaan mendonorkan ginjalnya untuk SK Lerik. Namun pada akhirnya SK Lerik bisa sembuh.

Di mata keluarga, katanya, SK Lerik mengajarkan tentang ketabahan dan kesetiaan pada keluarga dan Tuhan.

"Di tengah penderitaan, Papi tidak pernah melupakan Tuhan," ungkap Nendisa.

Selain itu juga, anak-anak belajar tentang arti kesetiaan kepada keluarga, istri dan arti disiplin, ketegasan dan memaafkan orang lain dengan tulus. (ira)

Riwayat Sakit:

19/12/2006     : bertugas ke Padang, jatuh sakit dan dirawat di RSUD Prof. Dr Jamil  Padang
6/1/2007     : Diterbangkan ke Singapura, dirawat di RS Mount Elisabath dengan diagnosa diabetes dan gagal ginjal
18/3/2007    : Diterbangkan kembali ke Kupang, dirawat di rumah dengan pengawasan dokter dan keluarga
28/7/2008    : Ziarah ke Yerusalem, mengalami kambuh dan dirawat tim dokter klinik Baruk Health Centre Tiberias Galilea-Israel. Diagnosa penyempitan pembuluh darah jantung
9/4/2009        : Dirawat lagi oleh tim dokter RSUD WZ Johannes-Kupang akibat kelelahan
9/4/2010        : Dirawat di RSU Saiful Anwar Malang oleh tim dokter dan dilakukan tindakan operasi pemasangan continuous ambulatory peritoneal dialysis sebagai pengganti ginjal
7/8/2010        : Jatuh di kamar berakibat tulang pangkal paha patah dan dibawa ke RSU Saiful Anwar Malang
11/8/2010    : Dilakukan tindakan operasi penggantian bongkol pangkal paha. Hasil lab menunjukan kreatin yang sangat tinggi
17/8/2010    : Pukul 03.15 WIB menghembuskan napas yang terakhir di RS Saiful Anwar Malang.
 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved