Kontraktor Obrak-Abrik Kantor PU Ende
ENDE, POS KUPANG.Com ---Paskalis Lanamana, seorang kontraktor di Ende, mengamuk di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ende, Rabu (11/8/2010). Lanamana merusak sejumlah fasilitas kantor seperti kaca, meja, kursi dan juga sejumlah dokumen yang ada di kantor tersebut. Saat melakukan aksinya Lanamana melengkapi diri dengan sebilah parang.
ENDE, POS KUPANG.Com ---Paskalis Lanamana, seorang kontraktor di Ende, mengamuk di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ende, Rabu (11/8/2010). Lanamana merusak sejumlah fasilitas kantor seperti kaca, meja, kursi dan juga sejumlah dokumen yang ada di kantor tersebut. Saat melakukan aksinya Lanamana melengkapi diri dengan sebilah parang.
Diduga aksi Lanamana itu dipicu masalah proyek di instansi pemerintah itu yang disinyalir tidak transparan dan tidak obyektif dalam proses tender. Aksi Lanamana membuat puluhan karyawan di kantor itu berhamburan keluar dari kantor dan menjadi tontonan warga yang melintas di Jalur Jalan Banteng dan Jalan Soedirman.
Sekretaris Kepala Dinas PU Kabupaten Ende, Ema Lobo, kepada wartawan mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu Lanamana mendatangi kantor PU Kabupaten Ende dan langsung mengobrak-abrik kantor tersebut menggunakan parang. "Kalau di ruang tunggu Kadis PU lemari kaca hancur, juga kursi dan meja dibanting, sedangkan di ruangan tata usaha hanya kaca yang dipecahkan," kata Ema Lobo.
Ema Lobo mengatakan, dia sama sekali tidak tahu menahu tentang pemicu kejadian tersebut karena dia hanya seorang sekretaris. Ema Lobo mengaku ketakutan menyaksikan aksi yang berlangsung di depan matanya tersebut. "Pada saat sebelum kejadian ada teman-teman mengatakan bahwa bakal ada kejadian, namun saya tidak tahu kejadian apa. Tetapi ketika Dinas PU tiba-tiba diserbu oleh kontraktor, saya kaget sekali. Saya sangat takut," tutur Ema Lobo sambil menangis.
Ema Lobo mengatakan, pasca kejadian dia melapor ke Kepala Dinas PU, Mario Lanamana. Kadis PU menanyakan kronologi kejadian dan tentang identitas pelaku penyerbuan. "Dalam kejadian itu kontraktor yang mengamuk tidak sempat masuk ke dalam ruangan kadis karena memang kuncinya dibawa kadis," kata Ema Lobo.
Sementara Paskalis Lanamana dalam kesempatan itu mengatakan bahwa aksinya itu dipicu oleh ketidakpuasannya terhadap pelaksanaan tender di Dinas PU Kabupaten Ende yang dinilainya tidak transparan dan obyektif. Hal ini membuat dirinya senantiasa gagal dalam setiap pelaksanaan tender. Dari tujuh proyek yang diikutnya, tak ada satu pun yang berhasil didapatkannya.
Menurutnya di Dinas PU Kabupaten Ende banyak ketidakberesan. Karena itu dia mengharapkan aparat keamanan untuk mengambil langkah.
Dia meminta kepada Kepala Dinas PU Kabupaten Ende, Mario Lanamana, dan juga Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Frans Lewang, diganti.
Ketua Gabpeknas Kabupaten Ende, Gaspar Gatot, kepada wartawan mengatakan bahwa aksi perusakan Kantor Dinas PU Kabupaten Ende adalah merupakan akumulasi ketidakpuasan kontraktor terhadap kinerja panitia tender di dinas tersebut.
"Tidak ada yang bersih di dunia karena yang bersih hanya Tuhan, dan oleh karena itu jatah proyek yang ada hendaknya dapat dibagi rata dengan kontraktor yang ada agar tidak terjadi kecemburuan dan berpuncak pada aksi perusakan seperti ini," kata Gaspar Gatot.
Gaspar mengatakan bahwa proyek yang diperebutkan oleh para kontraktor adalah proyek di Bina Marga berupa proyek jalan dan jembatan. Terdapat sekitar 14 paket proyek yang nilainya bervariasi, mulai dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Dari semua paket proyek itu, tidak ada satu pun yang didapatkan oleh Paskalis Lanamana yang mengusung bendara CV Via Dolorosa.
Menurut Gaspar, urusan proyek di Dinas PU murni urusan proyek, tidak ada urusan dengan tim sukses. Karena kalau mau bicara tentang tim sukses, maka Paskalis Lanamana juga adalah tim sukses dari bupati dan dan Wakil Bupati Ende saat ini.
Kapolres Ende, AKBP Darmawan Sunarko, yang hendak dikonfirmasi Pos Kupang tidak berada di tempat. "Saya sedang di Kupang. Kita sudah datang ke TKP dan olah TKP sudah dijalankan. Kita tunnggu PU melaporkan. Calon tersangka sudah kita tahu," tulis Kapolres Darmawan melalui pesan singkatnya kepada Pos Kupang.
Sementara itu Kepala Dinas PU, Mario Lanamana, dan juga Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Lewang, ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat. Bahkan pada saat kejadian keduanya juga tidak berada di tempat. Saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat, keduanya tidak membalas. (rom)