Keluarga Seda dan Say Bangga
MAUMERE, POS KUPANG.Com -- Keluarga Frans Seda dan Lorens Say menyambut baik sekaligus bangga atas keputusan pemerintah mengabadikan nama kedua tokoh tersebut untuk bandara dan pelabuhan laut di Kota Maumere, Kabupaten Sikka.
MAUMERE, POS KUPANG.Com -- Keluarga Frans Seda dan Lorens Say menyambut baik sekaligus bangga atas keputusan pemerintah mengabadikan nama kedua tokoh tersebut untuk bandara dan pelabuhan laut di Kota Maumere, Kabupaten Sikka.
Bandara Waioti akan berganti nama menjadi Bandara Frans Seda, sedangkan Pelabuhan Sadang Bui menjadi Pelabuhan Lorens Say.
Namun, keluarga kedua tokoh tersebut menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta agar nama Frans Seda dan Lorens Say diabadikan pada pada dua pintu gerbang ke wilayah Kabupaten Sikka ini.
Hal ini diungkapkan juru bicara keluarga Frans Seda, Paul Edmundus Tallo, dan putra Lorens Say, Adrianus SP Say, kepada FloresStar secara terpisah, Sabtu dan Minggu (8/8/2010) di Maumere. Menurut rencana peresmian nama baru bandara dan pelabuhan dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Freddy Numbery hari ini.
Paul mengatakan, keluarga Frans Seda menghargai keputusan pemerintah. "Kami sangat menghargai sikap rakyat dan pemerintah daerah. Sejujurnya, keluarga tidak pernah meminta (peresmian nama Bandara Frans Seda). Sebagai rakyat Indonesia tentu saja kami mengikuti apapun keputusan yang disampaikan pemerintah,ö kata Paul.
Paul yang menjabat Direktur Utama PT Flores Bali Wisata, perusahaan yang bergerak di industri pariwista berpusat di Bali didirikan Frans Seda, mengharapkan pelayanan bandara itu ditingkatkan. "Kami berharap dengan diresmikannya Bandara Frans Seda, supaya pelayanan lebih ditingkatkan menuju bandara dengan standar lebih tinggi. Kedua, bandara ini juga bisa dipergunakan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sikka dan Flores umumnya," harap Paul.
Adrianus S.P.Say, putra Lorens Say (Bupati Sikka 1667-1977), mengatakan pemberian nama baru Pelabuhan Lorens Say merupakan penghargaan pemerintah atas jasa dan pengabdian orangtuanya. Saat itu, rakyat Sikka dengan semangat gotong- royong mampu membangun pelabuhan.
"Ini penghargaan dari negara. Kami sebagai keluarga menyampaikan terima kasih. Semoga pergantian nama pelabuhan semakin membuat daerah ini maju. Nilai dan semangat kerja keras beliau bisa ditularkan dalam diri generasi muda dan anak cucu di Sikka," kata Adrianus.
Pelabuhan Lorens Say yang merupakan pintu gerbang utama perdagangan Kabupaten Sikka mulai dibuka tahun 1964. Bupati Lorens Say pada tahun pertama jabatannya membangun dermaga sepanjang 10 meter. Pembangunan dilaksanakan pemerintah daerah bersama perusahaan negara. Pelabuhan ini
strategis dan nyaman disinggahi kapal. Saat ini telah dilengkapi fasilitas tiga buah dermaga yang dapat disandari kapal ukuran 20.000 GT, didukung dua reservoir, dua unit bangunan terminal penumpang dan lapangan penumpukan seluas 4.500 meter persegi.
Perkembangan pelabuhan tak lepas dari pengaruh hinterland (area belakang) yang memiliki akses langsung ke pelabuhan ini. Area belakang memberi efek kunjungan kapal ke pelabuhan Maumere selalu padat sepanjang tahun. (ris/ius)