Laporan Jumal Hauteas

Jalan Hikong-Tanarawa Rusak

MAUMERE, PK --Ruas jalan Hikong-Tanarawa yang menghubungkan wilayah Kecamatan Talibura dan Kecamatan Waiblama, rusak parah. Kondisi ini menyebabkan arus transportasi ke kedua wilayah itu lumpuh.

MAUMERE, Pos Kupang.Com--Ruas jalan Hikong-Tanarawa yang menghubungkan wilayah Kecamatan Talibura dan Kecamatan Waiblama, rusak parah. Kondisi ini menyebabkan arus transportasi ke kedua wilayah itu lumpuh.

Pantauan Pos Kupang, Senin (5/4/2010), ruas jalan sepanjang g kurang lebih 10 kilometer sebagian besar rusak parah. Kondisi jalan ini sulit dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kondisi jalan yang masih baik, kurang lebih tiga kilometer.

Masyarakat Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Michael Migu Juking (45), ditemui Pos Kupang, Senin (5/4/2010), di lokasi jalan tersebut mengeluhkan kondisi jalan itu.
Jalan yang rusak baru dibangun dua tahun lalu. Demikian pula dengan pengerjaan lanjutan jalan tersebut  dibangun akhir tahun 2009 lalu.

"Jalan ini baru dibangun  dua atau tiga tahun lalu. Namun kondisinya saat ini sudah tidak bisa dilalui kendaraan sehingga masyarakat yang ke Pasar Hikong setiap hari Sabtu terpaksa harus berjalan kaki dua kilometer baru bisa mendapatkan kendaraan untuk mengangkut barang dagangan mereka," urai Juking.

Hal senada ditegaskan tokoh masyarakat Desa Hikong, Stanislaus Mau (50), saat ditemui  di kediamannya, Senin (5/4/2010). Ia menjelaskan, saat pengerjaan jalan itu sangat jauh dari yang direncakan. Dan pihaknya sudah lapor kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sikka. Namun laporan tersebut  didiamkan sehingga pengerjaan jalan saat itu terus dilaksanakan hingga selesai dengan struktur yang sama.

Mau juga menyayangkan pembangunan lanjutan ruas jalan itu  dan pembangunan jembatan pada akhir tahun 2009 lalu karena ada kecenderungan ruas jalan dibangun asal jadi, termasuk jembatannya dibuat dengan semen dan  tidak dipasang beton sehingga kendaraan ragu melintasi jembatan tersebut.

Mau mengatakan, sebelum jalan selesai dikerjakan, Wakil Bupati Sikka, dr. Wera Damianus, MM, pernah memantau pekerjaan itu dan sudah diminta untuk dibongkar, lalu dibangun  sesuai  spek yang seharusnya. Namun penegasan Wabup Sikka  tidak diindahkan.

"Kualitas jalan itu dibangun dua tahun lalu dan akhir tahun 2009 sudah rusak dan sulit dilalui mobil yang mengangkut warga ke pasar. Jika dibandingkan  jalan yang dibangun tahun 2003 sepanjang 3km dari pertigaan  yang hingga saat ini masih dalam keadaan baik," tegas Mau.

Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas PU Sikka seleksi ketat dan beri sanksi tegas kepada kontraktor  yang bangun jalan itu agar dapat mengerjakan proyek secara bertanggung jawab. (bb)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved