Jumat, 17 April 2026

Dokter Hewan di NTT Hanya 85 Orang

KUPANG, POS KUPANG. com -- Penyakit ngorok atau septichaemia epizooticae (SE) yang menyerang ternak di Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan di Maukaro, Kabupaten Ende membuka kesadaran akan pentingnya dokter hewan. Sejauh ini dokter hewan di NTT cuma 85 orang, jauh dari ratio ideal satu kecamatan satu dokter.

Sekretaris Dinas Peternakan (Disnak) Propinsi NTT, Ir. Semuel Rebo, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (24/8/2009), mengatakan, kurangnya tenaga kesehatan hewan itu sangat menghambat penanganan penyakit ternak di NTT. Rebo menyebutkan, saat ini di NTT terdapat  85 orang dokter hewan dengan jumlah pos kesehatan hewan (poskeswan) 105 unit, sedangkan tenaga paramedis sebanyak 252 orang.

"Idealnya satu kecamatan terdapat satu orang dokter hewan dengan penempatan selalu pada pertimbangan wilayah ternak dan juga sebaran populasi. NTT terdiri dari 285 kecamatan, sehingga secara ideal harus ada 285 tenaga dokter hewan," kata Rebo.

Tentang sebaran tenaga dokter hewan tersebut, Rebo  mengatakan dari 21 kabupaten/kota, dokter hewan paling banyak terdapat di Kabupaten Kupang (termasuk Kabupaten Sabu), yakni sebanyak 10 orang. Sementara untuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ngada dan Kabupaten Sumba Timur masing-masing delapan orang. Tentang tenaga dokter di Kabupaten Nagekeo dan Ende, Rebo mengakui untuk dua wilayah itu masing-masing terdapat dua tenaga dokter hewan.

Menyinggung tenaga paramedis ternak yang ada di NTT, dia menjelaskan, tenaga paramedis bidang peternakan yang membantu para dokter hewan di NTT sebanyak 252  orang, dengan jumlah terbanyak ada di Kabupaten Belu. "Minimal pada setiap poskeswan yang ada di setiap kabupaten harus ditempati oleh seorang dokter hewan, namun selain itu penempatan juga berdasarkan pertimbangan populasi ternak di wilayah itu dan pengalaman kasus sehingga penanganan oleh petugas bisa efektif," kata Rebo.

Lebih lanjut Rebo mengatakan, pemerintah melalui APBN telah menganggarkan penerimaan tenaga penyuluh swakarsa. Menurut rencana, akan direkrut seribu tenaga swakarsa untuk seluruh Indonesia. Diharapkan NTT juga bisa mendapat sejumlah tenaga dari yang akan direkrut itu.

Rebo menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menangani  penyakit yang menyerang ternak di NTT. "Ini memang tantangan kita semua dalam mewujudkan kembali NTT sebagai gudang ternak. Kondisi ini bukan menjadi hambatan bagi kami dalam memberikan pelayanan. Dengan tenaga dokter hewan yang ada pun tetap kami berupaya supaya bisa memberikan pelayanan secara maksimal. Kita juga butuh partisipasi dari masyarakat, terutama pemilik ternak," kata Rebo.

Di Kabupaten Kupang, pemerintah setempat selalu menganggarkan dana untuk pengadaan vaksin dan obat-obatan. Paramedis dan dokter hewan selalu siap memberikan vaksin setiap tahun kepada ternak untuk mengantisipasi berbagai jenis penyakit yang akan menyerang ternak tersebut. Ada 13 dokter hewan dan puluhan paramedis yang berdinas di Kabupaten Kupang disiagakan pada berbagai pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang ada di kecamatan agar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,

"Kita selalu menyiapkan vaksin untuk melayani kebutuhan masyarakat peternak setiap tahun dan stok kita selalu ada," kata Kepala Bidang (Kabid) Penyebaran dan Pengembangan (Barbang) Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Ir. Beny J Ledoh, M.Si, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/8/2009).

Rp 100 Juta
Terkait  penanganan kasus ZE di Ende dan Nagekeo, Rebo mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD 2009 senilai Rp 100 juta untuk pengadaan vaksin dan obat-obatan serta peralatan suntik.

"Kita sudah minta vaksin dari Jakarta untuk mengatasi kekosongan vaksin di NTT. Diharapkan vaksin itu dapat mengatasi masalah ZE yang dialami ternak di Nagekeo dan Ende," kata Kepala Dinas Peternakan NTT, Ir. Marthinus Jawa. Jawa menambahkan,  pemerintah segera mendatangkan 50.000 dosis vaksin dari Jakarta.

Dari Nagekeo dilaporkan, pemerintah setempat akan mengerahkan semua kekuatan mengatasi kematian ternak. Dua dokter hewan yang ada berikut 12 orang paramedis di kecamatan akan dimaksimalkan pelayanannya.

Menurut Plt. Kadis Pertanian dan Peternakan Nagekeo yang juga Asisten I Kabupaten Nagekeo, Drs. Servas Lako Nage, Minggu (23/8/2009), kedua dokter hewan itu selama ini bertugas di Ibu kota Kabupaten Nagekeo. Sementara 12 orang paramedis ditempatkan di setiap poskeswan. "Dua belas orang tersebut bukan sarjana. Mereka tenaga lapangan yang sudah terlatih. Basic mereka adalah SPMA," kata Nage. (yel/mas/aa)

Tenaga Kesehatan Hewan di NTT
----------------------------------------------
Kabupaten/kota         Poskeswan      !      Dokter Hewan         ! Paramedis
---------------------------------------------------------------------------------------------
Kota Kupang                1            4            3
Kabupaten Kupang            16            10            17
TTS                    6            2            10
TTU                    6            8            24
Belu                    13            5            29
Rote Ndao                1            3            11
Alor                    7            2            23
Ende                    2            2            12
Flores Timur                4            3            4
Lembata                3            3            12
Manggarai Barat            1            3            14
Manggarai                5            5            10
Manggarai Timur            4            3            3
Nagekeo                4            2            12
Ngada                    6            8            9
Sikka                    7            2            8
Sumba Barat        `        5            3            15
Sumba Timur                6            8            22
Sumba Barat Daya            5            6            9
Sumba Tengah            3            3            5

Jumlah                105             85            252      
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------                      
Sumber : Disnak NTT

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved