Tiga Wanita dari Kalangan Milenial ini Berpotensi Jadi Menteri, Siapa Saja?
Jokowi-Ma’ruf Amin telah ditetapkan sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU RI pada Minggu (30/6/2019). Sehingga, dalam pemerintahan lima t
POS KUPANG.COM -- Jokowi-Ma’ruf Amin telah ditetapkan sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU RI pada Minggu (30/6/2019). Sehingga, dalam pemerintahan lima tahun ke depan, Kabinet Jokowi Jilid 2 tentu membutuhkan sosok-sosok menteri.
Lantas, siapa saja yang akan menduduki kursi menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin selanjutnya?
Seperti apa kriteria yang diinginkan Jokowi untuk membantunya di kabinet yang baru ini?
Jokowi sempat menyebut tidak menutup kemungkinan untuk mengisi jajaran kabinetnya dengan anak-anak muda dan dikenal dengan Kabinet Milenial Jokowi.
Sedangkan kriteria anak muda yang dimaksud Jokowi untuk menjadi menterinya adalah sosok eksekutor handal yang memiliki manajerial kompeten, dinamis, fleksibel
dan mampu mengikuti perubahan zaman dengan cepat.
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq mengatakan di susunan kabinet yang baru, Jokowi bakal menggaet kaum-kaum muda untuk membantunya mengurus negara.
"Saat ini Pak Jokowi belum berpikir intens karena kan masih ada sisa-sisa waktu. Tapi dalam pertemuan tanggal 28 April 2019 kemarin setelah pemilu. Jokowi sampaikan saya ingin dalam kabinet ada salah satu, berarti kan banyak," ucapnya beberapa waktu lalu.
• PSSI Gelar Technical Meeting El Tari Cup 2019
Ahmad Rofiq mengatakan Jokowi meminta tim TKN mencari calon menteri muda yang cantik dan cerdas.
"Salah satu menteri usia 20-30 tahun, pinter, cantik. Coba usia 20-30 tahun siapa? Beliau suruh cari itu. Artinya kan Pak Jokowi punya kepedulian luar biasa dengan generasi muda," ungkap Ahmad Rofiq yang juga Sekjen Perindo tersebut.
Adapun Gun Gun Heryanto memberi tanggapan, sebaiknya Joko Widodo tidak sekadar memilih nama dan dan usianya yang masih dikatakan muda, namun ada tiga catatan utama yang perlu diperhatikan.
"Ada tiga catatan utama yaitu tak bermasalah secara hukum dan sosial serta tidak memiliki persoalan-persoalan yang bisa mengganggu performa komunikatifnya pada saat ia menjadi menteri.
Adapun catatan kedua calon menteri harus memiliki kompetensi dan pengetahuan soal jabatan yang akan diemban nantinya.
• Pelatih Persib Perhitungkan Tekanan Publik Bonek Mania Jelang Maung Bandung vs Persebaya Surabaya
"Yang kedua punya kompetensi sesuai dengan plot, alokasi dan bidang yang akan diisinya menjadi menteri di leading sektor tertentu," papar pengamat politik.
Dikatakannya, bahwa pengalaman tidak diukur dari lama waktu calon menteri tersebut bekerja, namun bagaimana pergulatannya selama ini.
"Menurut saya, pengalaman itu tidak diukur dari lamanya waktu, tetapi bagaimana pergulatan dia.