6 Perempuan Inspiratif yang Berhasil Menjelajahi Antariksa, Siapa Saja Mereka?

Ini 6 Perempuan Inspiratif yang Berhasil Menjelajahi Antariksa, Siapa Saja Mereka?

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
Fotografer mengambil gambar ketika Soyuz MS-10 meluncur dari stasiun Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Roket itu membawa astronot Amerika Serikat Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksey Ovchinin untuk memulai misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). 

Ini 6 Perempuan Inspiratif yang Berhasil Menjelajahi Antariksa, Siapa Saja Mereka?

POS-KUPANG.COM - Misi perjalanan ke luar angkasa merupakan salah satu pencapaian terbesar manusia pada pertengahan abad ke-20. Ketika itu, sebagian besar misi luar angkasa selalu didominasi oleh laki-laki.

Kondisi berubah ketika Uni Soviet melakukan kebijakan baru. Dengan berbagai pertimbangan dan gengsi dalam persaingan antariksa melawan Amerika Serikat, perempuan mulai diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Bawaslu Sebut Konsisten Mengadili Pelanggaran Pemilu, Buktinya Menteri Eko Diberi Sanksi

Amerika Serikat menyusul dengan kebijakan barunya tak lama setelah itu, untuk bisa menyusul Uni Soviet.

Belakangan ini, kebijakan juga diterapkan oleh beberapa negara di dunia. Terlepas dari masalah itu, terdapat tujuh perempuan inspiratif yang berhasil melakukan penjelahan antariksa.

Tempo Apresiasi Chairawan Datang ke Dewan Pers, Ini Harapan Pimpinan Redaksi Budi Setyarso

Berikut ulasannya:

1. Perempuan pertama

Valentina Tereshkova, perempuan pertama yang berada di angkasa luar.

Uni Soviet menjadi negara pertama yang memperbolehkan perempuan terbang ke antariksa. Beberapa syarat yang harus dipenuhi adalah mereka harus berusia di bawah 30 tahun, bisa terjun payung, tinggi maksimal 170 cm, dan berat di bawah 70 kilogram.

Pada 1960-an, ratusan perempuan Uni Soviet mendaftar untuk misi kali ini. Salah satunya bernama Valentina Vladimirovna Tereshkova.

Setelah melalui serangkaian latihan dan uji coba, terdapat tiga calon kosmonot yaitu Tereshkova, Solovyova, dan Ponomaryova sebagai kandidat terbaik.

Misi untuk ketiga kosmonot perempuan itu sudah dirancang untuk terbang ke angkasa luar dalam program Vostok pada Maret atau April 1963.

Awalnya Tereshkoba akan diterbangkan dengan menggunakan Vostok 5 dan Ponomaryova menyusul dengan Vostok 6. Namun, karena Vostok 5 digunakan kosmonot pria Valery Bykovsky maka hanya satu kosmonot perempuan yang bisa terbang menggunakan Vostok 6.

Pada 16 Juni 1963 dengan menggunakan wahana angkasa Vostok 6, kosmonot Uni Soviet Valentina Tereshkova menjadi perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Selama 71 jam berada di antariksa, Tereshkova melakukan 48 kali orbit sebelum pulang ke Bumi. Setelah prestasi bersejarahnya itu, Tereshkova menerima Order of Lenin dan penghargaan Pahlawan Uni Soviet.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved