Pemilu 2019
Jokowi Ajak Rajut Persatuan Tapi Tindak Tegas Perusuh, Ini Pidato Lengkap Jokowi
Presiden Joko Widodo akhirnya menyampaikan pernyataan sikap menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan yang terjadi di Petamburan, Jati Baru
Jokowi Ajak Rajut Persatuan Tapi Tindak Tegas Perusuh, Ini Pidato Lengkap Jokowi
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo akhirnya menyampaikan pernyataan sikap menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan yang terjadi di Petamburan, Jati Baru dan Slipi di Jakarta.
Kerusuhan terjadi sejak Rabu (22/5/2019) dini hari hingga Rabu pagi. Jokowi menggelar jumpa pers pada sore harinya.
Sepanjang Rabu pagi hingga siang tadi, Jokowi beraktivitas di Istana Bogor.
• KONDISI TERKINI, Kericuhan di Kawasan Sarinah, Kapolres Minta Polisi Tak Tembakkan Gas Air Mata
• Legenda Formula 1 Niki Lauda Meninggal Dunia
• Kobaran Api Muncul, Kericuhan Terjadi di Sekitaran Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin Jakarta
• Disebut Pelakor di Hubungan Natasha Wilona dan Verrell, Ria Ricis Bilang Astagfirullah Al Adzim
Ia sempat menerima Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Kedua tokoh politik itu partainya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres 2019.
Lalu, menjelang sore hari, Jokowi bergerak ke Istana Jakarta. Iring-iringan Jokowi mengambil jalan memutar dan keluar di tol ancol sehingga tak melewati kerusuhan di Jalan MH Thamrin dan sekitarnya.
Setelah sekitar 30 menit berada di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi pun langsung menyampaikan pernyataan sikapnya.
Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian.
Hadir pula Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Berikut pidato lengkap Jokowi menyikapi kerusuhan 22 Mei:
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai yang saya banggakan. Pemilu adalah satu event dari perjalanan negara Indoneisa yang masih panjang.
Dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan saya mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politk dan stabilitas keamanan.
Dan sudah disediakan oleh konsttitusi kita bahwa segala perselisihan, sengketa itu diselesaikan melalui MK.
Dan saya menghargai Pak Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa pilpres itu ke MK. Saya juga meyakini bahwa hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta yang ada.