Komisi V DPRD NTT Minta Kontraktor Tinjau Ulang Gedung IGD RSUD WZ Johannes Kupang

Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan inspeksi mendadak ke gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD WZ Johannes Kupang yang baru dibangun

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ Ricardus wawo
Komisi V DPRD NTT meninjau proyek Pembangunan Gedung IGRD RSUD WZ Yohanes Kupang, Jumat (10/5/2019) 

Komisi V DPRD NTT Minta Kontraktor Tinjau Ulang Gedung IGD RSUD WZ Johannes Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Komisi V DPRD Provinsi NTT. Jumat (10/5/2019), melakukan inspeksi mendadak ke gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD WZ Johannes Kupang yang baru dibangun.

Rombongan Komisi V DPRD NTT tiba di lokasi IGD yang letaknya berada di sebelah barat IGD yang lama ini pada pukul 17.00 Wita sesaat setelah melakukan rapat di gedung DPRD NTT, Jalan El Tari Kupang.

Didampingi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Joko Windarto dan Plt Dirut RSUD WZ Johannes, Mindo E Sinaga, rombongan langsung mengecek kondisi fisik bangunan tiga lantai itu dan mengecek bagian-bagian IGD yang belum dikerjakan sehingga belum bisa segera dimanfaatkan.

Siswa Asal TTU Ini Raih Nilai Bahasa Inggris Tertinggi se-NTT

Pada saat itu ditemukan kalau dinding bagian luar dan teras depan IGD rusak diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu. Lanskap bagian luar, bagian belakang, samping, lantai khusus kursi roda dan selasar IGD juga hingga saat ini belum diselesaikan pengerjaannya.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto meminta PPK dan Plt Dirut untuk memanggil kontraktor dan memantau ulang keseluruhan gedung sebelum dipakai untuk melayani masyarakat. Sebab menurutnya kualitas bangunan tersebut kurang baik karena ada bagian yang rusak karena diterjang angin puting beliung.

"Puting beliung itu dia angkat bangunan yang usia lama. Ini usia baru. Kalau menurut saya ini tidak boleh terjadi," katanya.

Di Kota Kupang Penjual Ikan Lolos Jadi Anggota Dewan

Dia mengharapkan ketika musim hujan lagi tidak ditemukan lagi bagian-bagian yang rusak dan bocor sebagaimana yang pernah terjadi di gedung-gedung pemerintah lainnya.

Apalagi prosesnya sudah memasuki masa pemeliharaan. Seharusnya tidak boleh terjadi kerusakan semacam itu.

"Tadi dibilang ini standar kemenkes. Nah, jangan sampai ketika bulan Desember hujan bocor dimana-mana. Ini kan belum teruji."

"Nanti panggil suruh dia (kontraktor) cek lagi secara menyeluruh supaya kalau ada yang kurang dalam masa ini segera diselesaikan," tegasnya.

Pemilu 2019 - Ini Prediksi Perolehan Kursi DPRD NTT di Dapil NTT 4 , Ada 4 Wajah Baru

Terkait lanskap dan beberapa bagian yang belum dikerjakan, pihak Komisi V DPRD NTT meminta PPK dan Plt Dirut untuk menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk mengerjakan lanskap, selasar dan fasilitas operasional dan dilaporkan ke Sekda dan Gubernur NTT.

"Kalau seandainya kita tidak kasi anggaran di perubahan atau sebelum perubahan kan Ini tidak bisa tunggu DAK tahun 2020. Kasihan nanti tidak bisa digunakan sampai tahun 2020," paparnya.

Usai memantau gedung IGD yang baru, rombongan juga melakukan pemantauan di IGD RSUD WZ Johannes yang lama. Di sana, mereka mengecek fasilitas dan alat kesehatan yang ada di sana.

Pengelola Ritel Akui Kesulitan Dapat Suplier Lokal Untuk Bahan Pokok

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved