VIDEO: OJK NTT Ajak Media Ngobrol Bareng, Begini Isi Obrolannya

VIDEO: OJK NTT ajak awak media ngobrol bareng, begini isi obrolannya, penasaran?

VIDEO: OJK NTT Ajak Awak Media Ngobrol Bareng, Begini Isi Obrolannya

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- VIDEO: OJK NTT ajak awak media ngobrol bareng, begini isi obrolannya.

Hari ini pertama kali Kantor OJK NTT menggelar pertemuan triwulan dengan media massa di Kantor baru OJk eks KPw BI di Jalan Tompello. 

Menggusung tema "Coffee Morning dan Ngobrol Santai Bareng Media" pertemuan ini dihadiri oleh Kepala OJK NTT, Robert Sianipar dan Manajer Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Kebijakan KPw BI, Andre Asa beserta jajajarannya.  

Robert dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti kesepakatan antara OJK dan KPw BI bersama media massa ketika gathering di Sumba Timur beberapa waktu lalu, dimana OJK dan BI akan bergantian untuk mengupdate kepada media mengenai perkembangan industri keuangan secara triwulanan. 

"Hal ini penting kita laksanakan secara regular karena kami menyadari, media dan BI adalah mitra dan partner strategis bagaimana informasi perkembangan industri keuangan bisa sampai ke masyarakat. Tentunya peran bapak/ibu media yang bisa menyampaikan ini," tuturnya.

Selain penyebarluasana informasi salah, lanjutnya, salah satu fungsi yang dilakukan adalah fungsi edukasi keuangan kepada masyarakat.

Ia berharap media massa juga bisa menyampaikan berita yang mengedukasi bagaimana pelaku usaha atau masyarakat optimis melihat perkembangan bahwa pertumbuhan ekonomi perbankan rata rata lebih baik.

Bagaimana kualitas kredit yang disalurkan masih di level dua persenan. 

Robert baru saja menerima tamu dari direksi Bank EXAMS. 

"Mengapa Bank tersebut ingin buka di Kupang? Karena berdasarkan data di wilayah Timur menunjukkan Kupang atau NTT kualitasnya masih lebih baik, sehingfa data ini membuat para pelaku usaha optimis. Mereka dari Jakarta optimis untuk bisa membuka kantor di sini yang tentunya akan menambah fungsi bank sebagai lembaga intermediasi dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Secara inklusi, kata Robert, masih lebih tinggi dari literasi. Dijelaskannya inklusi bagaimana masyarakat sudah mendapat akses keuangan.

Ada yang meski belum paham produk jasa keuangan tapi sudah mendapatkan jasa keuangan.

"Ini akan kita tingkatkan literasinya, sehingga bisa terhindar dari investasi ilegal atau perusahaan tak berijin yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat," ujarnya. (POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati)

Nonton Videonya Di Sini:

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved