Pesan Paus Fransiskus pada Misa Malam Paskah: Gulingkan Batu yang Hancurkan Harapan

Pesan Paus Fransiskus pada Misa Malam Paskah: Guling Batu-batu yang Menghancurkan Harapan

Pesan Paus Fransiskus pada Misa Malam Paskah: Gulingkan Batu yang Hancurkan Harapan
Vatican Media via Vaticannews.va
Paus Fransiskus memimpin misa Malam Paskah, Sabtu (20/4/2019). 

Pesan Paus Fransiskus pada Misa Malam Paskah: Guling Batu-batu yang Menghancurkan Harapan

POS-KUPANG.COM - “Mengapa Anda mencari yang hidup di antara orang mati?”

Itu adalah tema yang sering muncul dalam kotbah Paus Fransiskus selama Misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus Roma, ketika ia menantang kita untuk menyingkirkan batu-batu dosa dan keputusasaan.

Banyak orang menganggap liturgi Malam Paskah sebagai liturgi Katolik yang paling indah dari semua.

Dirayakan pada Sabtu malam yang Kudus, itu memberikan pengantar dramatis untuk Paskah. Melalui simbol kuat api, cahaya, musik, dan air baptisan - semuanya berbicara tentang harapan dan kelahiran kembali. Dan Paus Fransiskus melakukan hal yang sama dalam homilinya.

Menggulingkan batu
Dilansir dari laman vaticannews.va, Minggu (21/4/2019), Paus Fransiskus mulai dengan cerita para wanita yang membawa rempah-rempah ke makam Yesus: mereka menemukan sebuah batu yang menghalangi pintu masuk, dan takut perjalanan mereka sia-sia.

“Perjalanan para wanita itu juga milik kita sendiri,” kata Paus. "Kadang-kadang, tampaknya semuanya muncul melawan batu ... Kita bisa tergoda untuk berpikir bahwa harapan yang hancur adalah hukum kehidupan yang suram".

Tetapi hari ini “kita melihat bahwa perjalanan kita tidak sia-sia”, lanjutnya. “Paskah adalah hari raya batu nisan yang diambil, batu-batu berguling ke samping,” kata Paus.

“Tuhan mengambil batu yang paling sulit sekalipun yang membuat harapan kita hancur: kematian, dosa, ketakutan, keduniawian. Sejarah manusia tidak berakhir di depan batu nisan, karena hari ini ia menemui 'batu hidup', Yesus yang bangkit ”.

Batu keputusasaan
Paus Fransiskus kemudian menantang kita untuk mengidentifikasi batu yang secara pribadi perlu kita putar kembali dari hati kita. Dia mulai dengan "batu keputusasaan" yang merupakan penghalang harapan, katanya.

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved