Pemilu 2019

Diduga Ada Praktik Money Politics, Caleg Lapor Caleg di TTS

Diduga Ada Praktik Money Politics, Seorang Caleg Lapor Caleg di Kabupaten TTS

Diduga Ada Praktik Money Politics, Caleg Lapor Caleg di TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Tampak komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai (kiri) sedang berbincang dengan Zadrak Pah (kanan) terkait laporan dugaan money politik. 

Diduga Ada Praktik Money Politics, Seorang Caleg Lapor Caleg di Kabupaten TTS

POS-KUPANG.COM | SOE - Calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten TTS dari Partai PKS, Zadrak Pah melaporkan Caleg Incumbent dari Partai PKB, Roby Faot kepada Bawaslu Kabupaten TTS, Senin (22/4/2019) pagi.

Roby dilaporkan atas dugaan money politic yang dilakukan pada 15 April lalu di Desa Oeuban, Kecamatan Mollo Selatan. Roby yang itu sedang melakukan kampanye, diduga memberikan bantuan berubah 50 lembar seng dan yang tunai 2,5 juta kepada pihak gereja Paulus Boni.

KPU Ende Gelar Rakor Jelang Pemungutan Suara Ulang

Selain itu, Roby juga memberikan bantuan kawat harmoni untuk pembangunan Bronjong kepada warga Oeuban. Seluruh bantuan tersebut diduga diberikan dengan "pesan" untuk meminta dukungan masyarakat setempat.

Zadrak mengaku, mendapatkan laporan tersebut langsung dari kepala desa Oeuban, Sefnat Yonatan Batu.

Bawaslu Ende Temukan 10 Orang Mati Ikut Coblos

Selain melaporkan kejadian tersebut, Zadrak juga dikirimkan foto bantuan kawat harmoni lewat in box Facebook untuk menguatkan adanya dugaan money politik tersebut.

Menurut Zadrak, terbukti dengan bantuan "berpesan" tersebut raihan perolehan suara Roby Faot melejit di Desa Oeuban.

"Masyarakat lapor saya kalau ada dugaan money politics makanya saya hari ini datang melapor ke Bawaslu sehingga bisa diteluri lebih lanjut. Saya siap membawa saksi untuk menguatkan laporan dugaan money politik ini, " tegas Zadrak.

Laporan dugaan money politics tersebut langsung diterima oleh komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai di ruang kerjanya.

Sebelum meregistrasi laporan tersebut, Demetris meminta Zadrak untuk menceritakan kronologis kejadian dugaan money politik tersebut. Setelah itu, Demetris meminta bantuan Zadrak untuk menghadirkan saksi yang mengalami langsung peristiwa yang diduga money politics tersebut.

"Laporannya kita terima dan akan kita teliti lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti adanya unsur menjanjikan dalam laporan tersebut. Kita juga meminta bantuan pak Zadrak untuk membantu kita dalam menghadirkan saksi yang mengalami langsung kejadian tersebut," ungkap pria yang akrab disapa Dai ini.

Karena laporan ini merupakan dugaan pelanggaran pidana pemilu lanjut Dai, laporan tersebut akan dilanjutkan ke sentral gakumdu untuk membedah laporan tersebut lebih lanjut.

"Karena ini dugaan pidana pemilu nanti Sentral Gakumdu yang akan tangani laporan ini," pungkas Dai. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved