Wagub Nae Soi dan Pendeta Mery Kolimon Menari Ja'i di Bundaran PU Kota Kupang

Wakil Gubernur Provinsi NTT, Josef Nae Soi dan Pendeta Mery Kolimon Menari Ja'i bersama ribuan massa peserta Pawai Etnik Li

Wagub Nae Soi dan Pendeta Mery Kolimon Menari Ja'i di Bundaran PU Kota Kupang
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Wagub Nae Soi, Pendeta Mery Kolimon bersama ribuan massa peserta Pawai Etnik Lintas Agama menari Ja'i di Bundaran PU Kota Kupang, Minggu (21/4/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Gubernur Provinsi NTT, Josef Nae Soi dan Pendeta Mery Kolimon Menari Ja'i bersama ribuan massa peserta Pawai Etnik Lintas Agama di Bundaran PU-Patung Tirosa, Kota Kupang, Minggu (21/4/2019).

Penampilan Josef dan Pendeta Mery bersama ribuan massa menutup rangkaian Pawai Etnik Lintas Agama tersebut, sekaligus membuka Konser musik rohani di Bundaran PU.

Penampilan Josef dan Pendeta Mery ini mendapat sambutan meriah dari para penonton dan peserta Pawai.

Yuni Shara Terkejut Lihat Duplikat Patung Lilin Dirinya

Gerak tari Pendeta Mery tak kalah menarik dari para penari dari Kabupaten Ngada. Sementara Wagub Nae Soi terlihat bersemangat menarikan tarian asal tanah kelahirannya itu.

Sesekali keduanya melambaikan tangan dan tersenyum kepada ribuan penonton yang mengitari Bundaran PU menyaksikan penampilan mereka.

Pawai Etnik Lintas Agama tersebut diselenggarakan oleh panitia Paskah Gereja Masehi Injli Timor Benyamin Oebufu Kota Kupang untuk memeriahkan Hari Raya Paskah 2019.

Ribuan massa yang melakukan Pawai ini tampil gagah dan anggun mengenakan pakaian adat daerahnya masing-masing. Tidak ketinggalan pula sejumlah warga dari luar NTT, semisal Jawa, Sulawesi dan Bali.

Siswanto, salah seorang warga yang hadir menyaksikan Pawai tersebut mengaku sangat senang dengan kegian pawai Etnik Lintas Agama ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat positif sebab bisa meningkatkan semangat persaudaraan dan toleransi.

"Saya sudah 25 tahun tinggal di Kota Kupang, jujur saya sangat betah hidup di sini, karena walaupun majemuk, berasal dari berbagai daerah dan agama tetapi tetap rukun dan toleran," ungkap pria asal Pulau Jawa ini. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved