Perempuan di AS Ditahan Akibat Kirim 150.000 Pesan Teks ke Seorang Pria

Seorang Perempuan di AS Ditahan Akibat Kirim 150.000 Pesan Teks ke Seorang Pria

Perempuan di AS Ditahan Akibat Kirim 150.000 Pesan Teks ke Seorang Pria
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi perempuan kirim pesan ponsel 

Seorang Perempuan di AS Ditahan Akibat Kirim 150.000 Pesan Teks ke Seorang Pria

POS-KUPANG.COM | MARICOPA - Seorang wanita di AS ditahan setelah dituduh melecehkan seorang pria dengan mengirimkan lebih dari 150.000 pesan teks, termasuk beberapa yang bernada ancaman.

Dilansir Fox News, perempuan bernama Jacqueline Ades dituduh telah melecehkan seorang pria pengusaha yang ditemuinya melalui aplikasi kencan, Luxy.

Andi Arief Ingatkan agar Prabowo Hati-hati dengan Jalan yang Ditempuh Amien Rais

Ades lantas bertemu dengan pria asal Paradise Valley dalam sebuah kencan. Namun si pria, yang disebut adalah seorang CEO perusahaan kosmetik, tidak tertarik padanya, sementara Ades tergila-gila dan terus mengejarnya.

Pria itu akhirnya melaporkan Ades ke polisi, pada Juli 2017, saat dia melihat perempuan itu memarkirkan mobil di depan rumahnya.

Di Banyumas, Ketua PPS Bobol 21 Kotak Suara yang Tersimpan di Gudang

Setelah laporan itu, Ades dituduh mulai mengirimkan pesan teks kepada pria itu, termasuk pesan-pesan bernada ancaman, seperti mengancam akan menjadikan ginjal pria itu sebagai sushi dan tulangnya sebagai sumpit.

Ades sempat ditahan di penjara di Maricopa County selama hampir satu tahun setelah tuduhan awal. Namun dia membantah telah bersalah dalam tuduhan masuk tanpa izin dan menguntit.

Dan pada Maret lalu dia dinyatakan tidak kompeten secara mental setelah menjalani sidang untuk mengevaluasi kondisi kejiwaannya, sehingga dibebaskan untuk mendapatkan perawatan.

Dalam sebuah wawancara dengan The Arizona Republic, Ades menjelaskan tentang pesan teks yang dikirimkannya dan bagaimana dia masih tidak percaya hal itu membuatnya ditahan.

"Saya tidak percaya hal itu akan berubah seperti ini. Saya tidak percaya benar-benar dipenjara karena beberapa pesan teks," ujarnya, dikutip Fox News.

"Saya berkata, 'Jika saya memiliki imajinasi yang menyimpang, apa yang akan saya pikirkan?" "Dan kemudian saya menuliskan semua hal aneh itu. Saya hanya mencoba bermain-main dengan imajinasi saya dan ternyata itu membuatnya takut," tambahnya.

Ades mengatakan bahwa dirinya tidak khawatir untuk pergi ke pengadilan karena dia yakin akan dibebaskan, bahkan dia percaya juri persidangan akan mempersatukan dirinya dengan pria yang disukainya.

"Mereka (juri) akan berkata, 'Anda tidak bersalah dan lebih dari itu, kami menuntut kalian berdua untuk menikah'," kata Ades.

Dikutip Fox News, Ades juga sempat meracau saat wawancara dengan surat kabar, mengatakan bahwa dia pernah diculik oleh Walt Disney, seorang ilustrator yang telah lama meninggal, yang dikatakan Ades adalah anggota Illuminati.

Ades dijadwalkan menghadiri persidangan pada awal April, namun kemudian ditunda dan perempuan itu diminta untuk terus menjalani pengobatan memulihkan kondisi mentalnya sebelum jadwal sidang berikutnya di Pengadilan Tinggi Maricopa pada 21 Mei mendatang. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved