Sabtu, 9 Mei 2026

Warga Dusun Imorenggo Berdoa agar Pemilu 2019 Berjalan Aman dan Damai

Warga Dusun Imorenggo berdoa agar Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan damai

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.COM/DANI J
Warga Dusun Imorenggo mayoritas petani dan petambak. Mereka membangun gunungan hasil tani sebagai bagian dari tradisi merti dusun atau bersih desa. Sebagian gunungan dilarung ke laut Selatan di Pantai Imorenggo, Karangsewu, Galur, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Sebagian lagi menjadi rebutan warga. 

Warga Dusun Imorenggo berdoa agar Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan damai

POS-KUPANG.COM | KULON PROGO - Beragam cara warga mendoakan agar Pemilihan Umum bisa berlangsung dengan aman dan lancar pada 17 April 2019 mendatang.

Warga juga mengharapkan perdamaian tetap terpelihara di tengah masyarakat pasca Pemilu.

ICW Tekankan Pentingnya Sanksi Tegas bagi Penyelenggara Negara yang Tak Urus LHKPN

Warga Dusun Imorenggo, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya. Mereka mendoakan perjalanan Pemilu nanti lewat tradisi merti dusun atau bersih desa dengan aksi melarung hasil bumi ke laut pantai Selatan yang terletak pada Pedukuhan 17 di Desa Karangsewu.

ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Pasar Buah di Pakistan

Mereka melarung nasi tumpeng dan ingkung juga beberapa hasil bumi ke laut yang terkenal memiliki ombak sangat garang ini.

"Maksud dan tujuan labuhan ini sebagai ungkapan syukur sekaligus mendoakan Pemilu nanti aman dan lancar," kata Sudarmanto, Ketua Panitia Merti Dusun dan Labuhan, di Dukuh Imorenggo, Sabtu (13/4/2019) siang.

Menjelang coblosan, mereka berdoa agar pelaksanaan seluruh rangkaian pemilihan Presiden-Wakil Presiden RI maupun pemilihan legislatif berjalan berjalan dengan baik.

Mereka juga mendoakan agar warga tetap hidup damai dan tentram seperti selama ini setelah pesta demokrasi usai.

Mayoritas warga Imorenggo merupakan petani dan petambak. Mereka bangga dengan hasil bumi dari ladang mereka, seperti cabai, terong, kacang panjang, sawi, ikan hingga udang tambak.

Sekelompok warga setempat pembudidaya garam juga bangga untuk mengulang kejayaan garam masa silam. Warga mengumpulkan kekayaan hasil bumi itu dan membangunnya sebagai gunungan setinggi hampir 2 meter.

Mereka mengawali dengan mendengar sambutan kepala dusun hingga menggelar doa bersama seluruh warga Imorenggo.

Tak lama kemudian, prosesi acara berlanjut dengan melabuh tumpeng dan sebagian hasil bumi ke laut yang cuma 200 meter jauhnya dari pemukiman mereka.

Tradisi seperti ini sejatinya sering mewarnai di mana pun masyarakat Jawa. Jamak terjadi, warga ikut ngalap berkah atau saling berebut isi gunungan sayur mayur itu di akhir gelaran merti dusun.

Kepala Dusun Imorenggo bernama Solichin mengatakan, tradisi merti dusun biasanya berlangsung pada akhir tahun di dusun mereka. Solichin mengatakan, kali ini mereka menggelar bersih desa lebih awal menjelang Pemilu.

"Kami ini ingin Pemilu terlaksana lancar. Kami lakukan lewat labuh hasil bumi sebagai simbolis saja," kata Solichin.

Warga menyambut dengan sukacita tradisi ini. Mereka mengiring prosesi membawa gunungan ke pantai, menyaksikan orang meletakkan gunungan tumpeng di tengah ombak, lantas ikut berebut gunungan yang lain.

"Senang dengan acara hari ini. Nanti (sayur yang didapat) dimasak di rumah. Biar jadi berkah," kata Suratmi (35), warga Imorenggo yang membawa sepelukan sayur mayur hingga nanas. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved