Ebiet G Ade Akui Sulit Berkolaborasi dengan Penyanyi Lain, Ini Alasannya

Penyanyi senior Ebiet G Ade sangat jarang berkolaborasi dengan musisi lain sepanjang 40 tahun berkarier di industri musik.

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com/Tri Susanto Setiawan
Ebiet G Ade berpose saat merilis ulang lagu Untuk Kita Renungkan di Arjuna Cafe & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Penyanyi senior Ebiet G Ade sangat jarang berkolaborasi dengan musisi lain sepanjang 40 tahun berkarier di industri musik. Ayah penyanyi Aderaprabu Lantip Trengginas alias Adera ini mengungkapkan alasannya.

"Saya orang yang sulit diajak bekerja sama. Mungkin karena karakter saya yang kuat," ujar Ebiet di Arjuna Cafè & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ada beberapa penyanyi yang ingin mengajaknya berduet, namun Ebiet termasuk orang yang enggan mengikuti kemauan orang lain untuk mengatur lagu yang dibawakannya.

Basuki Tak Paham Konsep Naturalisasi Sungai Jakarta

Menurut Ebiet, penyanyi tersebut yang harus mengikuti kemauannya. Hal yang sama berlaku ketika Ebiet berkolaborasi dengan anaknya, Adera, untuk perilisan ulang lagu " Untuk Kita Renungkan", yang dicipta dan dipopulerkan Ebiet.

Perbedaannya, Ebiet menyerahkan proses aransemen musik kepada Adera dengan warna musik masa kini yang lebih ngepop.

Pidato Kampanye Akbar di GBK, Prabowo Singgung Kasus Hukum Ahmad Dhani

"Memang saya yang coba mengikuti Adera, makanya dia yang take vokal pertama, kemudian saya mengikuti," kata Ebiet.

Lagu "Untuk Kita Renungkan" diciptakan Ebiet pada 1982. Saat itu, Ebiet membuatnya setelah terjadi bencana meletusnya Gunung Galunggung.

"Kolaborasi saya dengan Adera adalah kolaborasi yang humanis. Ayah ajak anak menyanyi atau anak ajak ayah bernyanyi. Ini lagu saya yang mengajak kebaikan," ujar Ebiet.

Meskipun lagu "Untuk Kita Renungkan" cukup kuat dengan karakter vokalnya, Ebiet tidak mau menarik Adera ke lagu miliknya.

"Sulit sekali. Saya berpikir kalau penyanyi, anaknya nyanyi, itu tidak harus ikut gaya bapaknya. 'Kalian kalau jadi penyanyi yang mandiri, lagu karakter sendiri'. Saya yang mencoba melaraskan diri ke Adera," kata Ebiet.

Sementara itu, Adera mengaku sudah menanti-nanti bisa menyanyikan lagu ayahnya selama delapan tahun berkarier di industri musik. Ia baru merasa percaya diri untuk menyanyikan lagu ayahnya.

"Aku menjadi penyanyi enggak mau jadi Ebiet junior atau kepapa-papaan, enggak mau ada embel-embel Papa. Sekarang aku sudah mulai percaya diri, aku sudah mau matang, kalau papa matang sudah lama," kata Adera sambil bercanda ke ayahnya.

Lebih lanjut Ebiet mengatakan, lagu ini dirilis sebagai wujud untuk menunjukkan rasa cintanya terhadap Tanah Air. Ebiet ingin lagu "Untuk Kita Renungkan" bisa menjadi angin segar yang mempersatukan rakyat Indonesia di tengah situasi perbedaan pandangan politik," kata Ebiet. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved