Berita Tamu Kita

Man Klemens: PDAM Urus Air Minum Bersih

Komitmen Pemkab Manggarai untuk pelayanan air yang dilakukan PDAM Tirta Komodo Manggarai adalah menyediaka air minum bersih.

Man Klemens: PDAM Urus Air Minum Bersih
ISTIMEWA
Mans Klemens bersama jajarannya 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Pelayanan publik bagi masyarakat merupakan tugas utama pemerintah. Pemerintah harus menyiapkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Salah satu tekad dan komitmen Pemkab Manggarai untuk pelayanan air yang dilakukan PDAM Tirta Komodo Manggarai adalah menyediaka air minum bersih bukan air minum bagi warga dan pelanggan PDAM.

Bagi PDAM pelayanan air minum bersih adalah harga mati yang harus dilakukan bagi warga. Warga harus mendapat pelayanan air minum bersih sehingga PDAM pun kini terus berjuang memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Manggarai.

Ojek Online akan Berlakukan Tarif  Buka Pintu, Seperti Taksi Konvensional

Bagaimana komitmen itu dilakukan dan apa strategi PDAM. Ikuti wawancara Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu, dengan Direktur PDAM Tirta Komodo Manggarai, Man Klemens, di Kantor PDAM Manggarai beberapa waktu lalu.

Sejak kapan Anda bertugas di Manggarai ?
Saya ada di Manggarai pada tahun 2014 tepatnya tanggal 16 Februari 2014.

Bagaimana perjalanan karier Anda hingga akhirnya menjadi Direktur PDAM Tirta Komodo Manggarai?
Sebelum bertugas di PDAM Kabupaten Manggarai, saya pernah bertugas di PDAM Kabupaten Kota Kupang kurang lebih 31 tahun. Saya mengundurkan diri pada tahun 2013 karena berbagai pertimbangan. Saya membaca media Pos Kupang, ada informasi tentang seleksi calon Direktur PDAM di Kabupaten Manggarai dan saya lamar.
Saya mengikuti seleksi. Dari lima peserta yang ikut seleksi, saya dinyatakan lulus berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai untuk menjadi Direktur PDAM Manggarai sejak Februari 2014.

Saat menjadi Direktur PDAM Tirta Komodo Manggarai, apakah Anda sudah punya gambaran tentang persoalan air minum bersih di Manggarai?
Karena saya orang PDAM murni dengan melihat soal, saya bisa menganalisa harus dimulai darimana dan menuju ke mana. Saat itu, saya mencoba memulai dari bedah langganan. Langganan saat itu startnya 12.529 pelanggan pada akhir Desember 2013. Lalu darimana saja langganan ini. Ternyata ada di enam ibu kota kecamatan, yaitu Langke Rembong, Wae Ri'i, Cibal, Reo, Ruteng dan Satar Mese.

Agus Ririmasse Hadiri Penerimaan Penghargaan dari Kemenkum dan HAM

Apakah 12.529 pelangganan ini bermasalah atau tidak?
Yah, soalnya adalah pada tataran pelayanan. Saya start dari Kecamatan Langke Rembong. Karena pusat ibu kota Kabupaten Manggarai. Persoalan di hilir (langganan) ada kaitannya dengan hulu. Ketika saya melihat hulunya ternyata ada potensinya, tapi tidak berdampak pada hilir. Oleh karena itu, saya bedah mulai dari hilir. Apa yang terjadi di hilir? Ternyata sarana dan prasarananya tidak sesuai dengan desain yang ada. Ini di tahun pertama.
Tahun kedua, setelah memenuhi harapan dari pelanggan, karena saat itu pelanggan di Langke Rembong sekitar 8.850 ternyata yang menikmati pelayanan hanya 50 persen. Sisanya mengalami soal. Saya tangani 50 persen karena sangat mendesak selama satu tahun.
Belum maksimal, dari perbaikan sarananya. Lalu yang 50 persen persoalanya pada sarana. Contoh yang pernah terjadi di Golo Curu, Pong Ara, Kumba, Golo Bilas dan Perumnas semuanya diperbaiki selama satu tahun. Tahun kedua, saya benahi hulunya. Starnya dari Wae Pong. Di situ ada Soal. Soal menyangkut kepemilikan terhadap sumber mata air dengan warga dengan pemerintah dan akhirnya dituntaskan. Kami menyelesaikan persoalan Wae Rowang, Wae Ces karena cukup berpotensi untuk kebutuhan di Kota Ruteng selama satu tahun di tahun 2016. Tahun 2016, pelayanan pada daerah yang saya sebutkan di atas sudah bisa diatasi. Tahun ketiga, saya tambah mata air antara lain Wae Decer. Wae Decer itu menjadi soal antara desain dengan yang kita layani tidak sesuai karena pertumbuhan penduduk semakin naik. Sementara infrastruktur yang disiapkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Saya sampaikan kepada Bupati Manggarai untuk memperbaiki sistem yang ada di Wae Decer. Pertama, karena urusan jangka panjang kita tidak bisa gunakan konvesional. Konvesioanal itu apa? Mesin pengisap air yang kita digunakan genset sangat konvensional. Lalu untuk teknologi, agar mencapai harapan masyarakat kami menggunakan teknologi. Sehingga dipasanglah pompa air dengan menggunakan mesin listrik bukan mengunakan mesin pompa yang menggunakan solar.
Karena berpikir jangka panjang sehingga tahun 2017 selesai, dan diresmikan oleh Bupati Manggarai pada bulan April 2017 sampai sekarang sudah bisa mengatasi kekurangan air.

Apakah yang dilakukan PDAM cukup sampai di situ?
Tidak. Karena antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan air harus lebih dari pertumbuhan penduduk.

Di Jayapura, Polisi Bantu Pindahkan Pengungsi Banjir Bandang ke Posko Toware dan Posko Stadion

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved