Yos Rera Beka Sebut Penyuluh Keluarga Berencana Ujung Tombak Pengendalian Penduduk

Yos Rera Beka sebut penyuluh keluarga berencana Ujung Tombak pengendalian penduduk

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Acara Pengambilan sumpah pelantikan dan pengukuhan DPC Ikatan Penyukuh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Kota Kupang Masa Bakti 2019-2023 di Subasuka Resto, Kota Kupang, Senin (18/3/2019). 

Yos Rera Beka sebut penyuluh keluarga berencana Ujung Tombak pengendalian penduduk

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penduduk Kota Kupang adalah titik sentral dari pengendalian kependudukan yang berkelanjutan dan subjek pembangunan. Akan tetapi, tantangan bagi pemerintah yakni bagaimana meningkatkan mutu sumber daya manusia. Berbeda dengan anggapan banyak anak banyak rejeki, di masa sekarang banyak anak bisa jadi banyak masalah.

"Penting sekali untuk pengendalian penduduk. Anda para penyuluh ini adalah ujung tombak pengendalian penduduk," demikian yang diungkapkan Penjabat Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka, dalam acara Pengambilan sumpah pelantikan dan pengukuhan DPC Ikatan Penyukuh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Kota Kupang Masa Bakti 2019-2023 di Subasuka Resto, Kota Kupang, Senin (18/3/2019).

Kelurahan Tetandara Ende Hadapi Masalah Serius Soal Sampah

Dia mengungkapkan tugas pemerintah adalah bagaimana mengendalikan penduduk yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, kepada para penyuluh yang baru saja dilantik ia berpesan agar selalu menjaga komunikasi dengan masyarakat demi terwujudnya rencana pengendalian penduduk ini. "Kerja sama dan koordinasi jalan terus."

Pendemo Duduki Gedung DPRD Lembata, Serukan Jangan Takut Melawan Pemerintah

Kepala latihan dan pengembangan BKKBN Provinsi NTT, Margaretha Imelda Rumondor, menjelaskan Indonesia merupakan negara keempat dengan penduduk terbanyak di dunia. Namun, angka ini tidak didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bahkan berada di urutan ke 108 dari 187 negara di dunia. Jika program keluarga berencana, ia menambahkan, tidak berjalan efektif maka akan terjadi ledakan penduduk. Pada tahun 2050 diperkirakan penduduk Indonesia mencapai 298 juta jiwa.

"Jika kualitas SDM masih rendah maka jadi masalah sosial dan beban keluarga dan negara," paparnya.

Ia menyebutkan salah satu solusi dari pengendalian penduduk adalah dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Program ini mau menghindarkan seorang perempuan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu banyak hamil dan melahirkan.

Dia mengungkapkan program ini juga mau meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak yang lahir dari seorang ibu.

"Jadi kita tidak hanya tekan kuantitasnya, tapi juga kualitas anak-anak yang sudah lahir juga perlu diperhatikan," paparnya.

Ketua Umum IPeKB Provinsi NTT, Alexander Kapitan, menjelaskan keberadaan organisasi profesi ini adalah supaya bisa menyatukan anggota penyuluh KB yang ada di Kota Kupang.

Ia mengakui kalau tenaga penyuluh semakin hari semakin berkurang karena ada beberapa yang sudah memasuki masa pensiun.
"Tahun ini sudah dua orang," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved