Romahurmuziy Jadi Ketum Partai Kelima yang Terjerat Kasus Korupsi, Ini Empat Ketum Partai Lainnya

Romahurmuziy Jadi Ketum Partai Kelima yang Terjerat Kasus Korupsi, Ini Empat Ketum Partai Lainnya

Romahurmuziy Jadi Ketum Partai Kelima yang Terjerat Kasus Korupsi, Ini Empat Ketum Partai Lainnya
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS
Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). 

Romahurmuziy Jadi Ketum Partai Kelima yang Terjerat Kasus Korupsi, Ini Empat Ketum Partai Lainnya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Romahurmuziy menambah daftar politisi Indonesia yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam kasus korupsi. Pada Sabtu (16/3/2019), KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap anggota DPR itu.

Dalam kasus ini, Romy diduga sudah menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kementerian Agama di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Tuhan Lebih Tahu Kerja Amon-Imran Lima Tahun

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romy dianggap mampu memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dianggap mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag. Ia bersama pihak tertentu dinilai mampu memengaruhi hasil seleksi.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Mahasiswa di Ruteng Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor di Tondong Belang, Manggarai Barat

Romy yang menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu menjadi ketua umum partai kelima yang dijerat KPK dalam kasus korupsi.

Selain Romy, siapa saja empat ketua umum partai lainnya?

1. Setya Novanto

KPK menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Novanto dianggap memperkaya diri sendiri sebanyak 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan e-KTP.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved