Makanan Berulat Sangat Berbahaya Jika Dikonsumsi, Ini Kajian Akademisi Undana Kupang

Makanan berulat sangat berbahaya jika dikonsumsi, ini kajian Akademisi Undana Kupang

Makanan Berulat Sangat Berbahaya Jika Dikonsumsi, Ini Kajian Akademisi Undana Kupang
ISTIMEWA
Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, Dr. Intje Picauly, M.Si 

Makanan berulat sangat berbahaya jika dikonsumsi, ini kajian Akademisi Undana Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM ) Undana Kupang, Dr. Intje Picauly, M.Si mengatakan, makanan berulat sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikannya, Sabtu (9/3/2019), saat dimintai pandangannya terkait persoalan daging ayam goreng berulat yang disajikan oleh Rumah Makan Sari Bundo Kuanino, Kota Kupang.

Fakta-fakta Tentang Putri Indonesia 2019, Frederika Alexis Cull

Dr. Intje yang juga Ketua Pergizi Pangan NTT ini menjelaskan, makanan tersebut sangat membahayakan dan tidak layak dikonsumsi oleh pembeli.

Hal tersebut disebabkan karena makanan tersebut telah membusuk hingga terdapat cacing.

Thomas Bangke Ungkap Kondisi Terakhir Bencana Puting Beliung Liliba Kupang

"Keberadaan cacing dalam ayam goreng tersebut sebagai bukti telah terjadi pembusukan. Hal ini disebabkan karena cacing berfungsi dalam proses penguraian daging yang sudah membusuk," ujarnya.

Selain itu, lanjut Dr Intje, makanan yang sudah membusuk biasanya mengandung bakteri patogen yg dapat menyebabkan keracunan bagi warga yang mengonsumsinya.

Bakteri patogen penyebab keracunan tersebut diantaranya Salmonela sp, Escherichia Coli dan Clostridium Perferingens.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan konsumen mengalami gejala mual, muntah, dan diare yang akut.

"Selama ini, secara kasat mata pembeli meyakini bahwa semua (makanan dan minuman) yang tersaji sudah layak. Namun, informasi detail tentang tempat makan yang layak dan sehat belum ada. Sehingga, sistimnya adalah pembeli membeli dengan sejumlah risiko yang siap diterima. Kondisi ini yang sangat tidak nyaman jikalau bercermin pada kasus ayam goreng tadi," ungkapnya.

Dr. Intje mengatakan, pemerintah dalm hal ini menjadi tempat pertemuan untuk mendapatkan informasi yang layak.

Sebab, jelas Dr. Intje, pemerintah lah yang mengeluarkan ijin layak berjualan atau tidak.

Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan konsisten memantau kelayakan usaha dari semua rumah makan yang ada di Kota Kupang sehingga masyarakat tidak menjadi korban.

"Pihak yang mengeluarkan ijin (pemerintah) itulah yg harus terus memantau kelayakan usaha di setiap pengguna ijin usaha makanan yang ada di Kota Kupang. Siapa pihak itu, pasti pemerintah lebih tahu," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved