SPN Polda NTT Ciptakan Ogoh Ogoh Raksasa Jelang Pengerupukan dan Nyepi

Ogoh Ogoh dengan tinggi 3,5 meter berwarna dominan merah maroon dan coklat itu berbentuk raksasa yang bernama Rahwana

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RYAN NONG
Umat Hindu dari Pura SPN Polda NTT sedang menyelesaikan tahap akhir pengerjaan Ogoh Ogoh Rahwana di Pura itu pada Selasa (5/3/2019) sore. 

SPN Polda NTT Ciptakan Ogoh Ogoh Raksasa Jelang Pengerupukan dan Nyepi

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Umat Hindu yang berada di Pura SPN Polda NTT Kupang mengkreasikan Ogoh Ogoh Raksasa untuk perayaan Pengerupukan yang akan dilaksanakan pada Rabu (6/3/2019) besok. Pengerupukan merupakan upacara penyucian atau pembersihan menjelang hari Raya Nyepi.

Ogoh Ogoh dengan tinggi 3,5 meter berwarna dominan merah maroon dan coklat itu berbentuk raksasa yang bernama Rahwana. Ogoh Ogoh Rahwana dapat diangkat minimal oleh 15 sampai 20 orang laki laki.

Karakter Rahwana atau raksasa yang dipilih merupakan karakter raksasa dalam cerita pewayangan Ramayana yang bertempat tinggal di hutan alengkapura, dan merupakan musuh dari Hanoman dengan Rahma dan laksmana.

Koordinator Ogoh Ogoh SPN Kupang, Brigpol I Putu Parida Agus Tambara (35) yang ditemui di Pura SPN pada Selasa (5/3/2019) sore menjelaskan mereka mempersiapkan Ogoh Ogoh tersebut hampir selama sebulan.

“Ini bentuk kita berpartisipasi untuk memeriahkan hari raya pengerupukan,” ujarnya.

Seperti halnya Melasti, dijelaskannya, pengerupukan juga bermakna upacara untuk mengusir semua hal buruk untuk menyambut hari raya Nyepi atau tahun baru Caka. Dalam upacara pengerupukan dilaksanakan pawai ogoh-ogoh Ogoh.

“Pawai ogoh-ogoh itu untuk mengusir semua hal-hal buruk, sebagai bentuk penyucian, jadi selesai upacara Ogoh Ogoh harus dibakar,” katanya.

Dusan Tadic Terinspirasi Zidane saat Ajax Lumatkan Real Madrid Skor 4-1

Memprihatinkan! Bocah Ini Telanjang Dada Berjalan dengan Kaki dan Tangannya, Videonya Viral

ARMY Ini Bongkar Fakta Unik dan Aneh Tentang BTS dan TXT yang Belum Pernah Terungkap ke Publik

Dalam Sepekan Real Madrid Kehilangan Dua Gelar, Apakah Juga Akan Kehilangan Gelar Liga Spanyol?

Ia menjelaskan bersama lima orang anggota tim inti Ogoh Ogoh yang terdiri dari Putu Gajah, Putu Saputra, Putu Angga Indranata, Wayan Riandana, Made Agus Adi Astawa, mereka membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk menyelesaikan Ogoh Ogoh tersebut.

Kesulitan yang dihadapi, jelasnya terjadi karena tenaga kerja yang kurang. Kesulitan lain, lanjutnya, tidak semua orang atau anggota mahir membuat Ogoh Ogoh serta harus disesuaikan dengan waktu dinas. Sehingga timnya berupaya untuk mengerjakan Ogoh Ogoh dengan cara mencicil.

“Ada yang bisa dan ada yang tidak, kadang juga tidak satu komando, jadi sambil menunggu bahan kita nyicil, kalau awal waktu mengelasnya saja hampir satu minggu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, proses pembuatan Ogoh Ogoh yang dimulai sejak 5 Februari 2019 ini tidak mengambil dana dari pura dan khas, tetapi murni dari dana sukarela dan sumbangan, bahkan tidak hanya dari umat Hindu tetapi ada juga dari umat beragama lain.

Tentang makna Nyepi, anggota polisi yang bertugas di SPN Kupang ini menyebut Nyepi sebagai waktu untuk penyucian diri. Meski dirayakan di daerah NTT namun ia tetap memaknai perayaan itu dengan khidmat.

“Makna Nyepi tujuannya untuk penyucian diri. Kalau di Bali kita benar benar menyepi, tetapi di sini kita mengikuti situasi dan kondisi, tetapi secara pribadi tetap melaksanakan ajaran penyucian diri menyambut tahun baru Caka, yakni dengan tidak menyalakan api, tidak bekerja dan tidak bepergian,” pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved