357 Kasus DBD di Kota Kupang, Tidak Menelan Korban Jiwa

Sejak Januari 2019 hingga saat ini jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang mencapai 357 kasus. Dalam kasus ini, tidak ada korban

357 Kasus DBD di Kota Kupang, Tidak Menelan Korban Jiwa
KOMPAS.com/TOTO SIHONO
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue) 

Laporan Reporter‎ POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Sejak Januari 2019 hingga saat ini jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang mencapai 357 kasus. Dalam kasus ini, tidak ada korban jiwa.‎

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang,dr.Ari Wijana,melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Sri Wahyuningsih, Rabu (13/2/2019).

Menurut Sri,kasus DBD di Kota Kupang sejak Januari sampai saat ini mencapai 357 kasus. Jumlah ini dominan adalah kasus dengan great satu atau tingkat satu.

"Jadi pada Bulan Januari 2019 ada 282 kasus dan pada Bulan Februari ada 75 kasus. Kita bersyukur karena dengan jumlah kasus tinggi tapi ditangani segera sejak awal secara intensif sehingga tidak ada korban meninggal dunia," kata Sri.

Ibu Hamil Sembilan Bulan Menyeberangi Sungai Lowo Sesa Demi Melahirkan di Puskesmas Boawae

Dijelaskan, memang pada Januari 2019, kasus DBD cukup banyak dan saat ini kita lihat mulai berkurang. Ada dua kasus yang sudah di great 4 dan ditangani secara intensif," katanya.

‎DikAtakan, dari total kasus itu, ada sebanyak 273 kasus merupakan great awal atau pertama , artinya saat mulai ada gejala,maka pasien itu langsung ditangani, sehingga tidak sampai ke great berikutnya.

"Jadi great satu itu ada 273 kasus, great 2 ada 62 kasus dan great 3 ada 20 kasus sedangkan great 4 ada dua kasus. Untuk great 4 yang dua pasien itu‎ sudah ditangani intensif di Puskesmas dan sudah tertasi," katanya.

Untuk pencegahan, ia mengakui, sejak ditetapkan KLB, maka pihaknya membentuk posko DBD di 11 puskesmas dan stand by 1x 24 jam. ‎"Kita juga lakukan fogging dan pembagian abate, selain pencegahan oleh masyarakat dengan gerakan 3 M," katanya.

Selain itu,‎pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk membiayai pasien DBD yang dirawat di sejumlah rumah sakit diKota Kupang.

"Jadi setelah tetapkan atau adanya pernyataan KLB oleh kepala daerah,maka sesuai dengan aturan,bahwa BPJS tidak membiayai,karena itu pemerintah yang membiayai.Tapi bagi pasien yang dirawat di Kelas III," ujarnya.

Dikatakan, Pemkot Kupang telah mengalokasikan dana sekitar Rp 1 M untuk membiayai pasien DBD yang dirawat di rumah sakit.
"Dana ini dipakai untuk penanganan DBD‎ di Kota Kupang," ujarnya. (*)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana (ISTIMEWA)
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved