Ini Tanggapan Kapolres TTU Soal Video Anggotanya Diduga Memukul Pengendara Sepeda Motor

Ini Tanggapan Kapolres TTU Soal Video Anggotanya Diduga Memukul Pengendara Sepeda Motor

Ini Tanggapan Kapolres TTU Soal Video Anggotanya Diduga Memukul Pengendara Sepeda Motor
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto 

Ini Tanggapan Kapolres TTU Soal Video Anggotanya Diduga Memukul Pengendara Sepeda Motor

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, menanggapi viralnya video Anggota Satlantas Polres TTU yang diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang pengendara sepeda motor di depan Balai Binmaffo.

Krisna ketika dimintai komentarnya oleh wartawan, Senin (11/2/2019) malam mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari wartawan yang mengirimkan screenshot foto video dugaan pemukulan tersebut kepada dirinya.

Intje Picauly: Limbah Rumah Potong Hewan Oeba Membahayakan Masyarakat

Namun setelah dirinya melakukan pengecekan kepada anggotanya, diakui Krisna, memang benar bahwa pada sore hari anggota Satlantas Polres TTU melaksanakan kegiatan rutin pengaturan, dan menemukan satu orang pegendara sepeda motor yang melanggar.

Dijelaskan Krisna, pengendara sepeda motor tersebut melakukan pelanggaran saat memasuki kawasan tertib lalu lintas, karena tidak memakai helm. Pada saat diingatkan yang pengendara itu ternyata mencoba untuk melarikan diri.

Ini Alasan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Menyetujui Usulan Interpelasi dari Fraksi PAN

"Sehingga kemudian diikuti oleh anggota, bukan di kerjar ya, diikuti. Nah kemudian di dekati. Yang bersangkutan sempat diberhentikan. Sehingga kemudian petugas juga berhenti, namun pada saat berhenti itulah, orang tersebut mencoba untuk kembali, meninggalkan tempat itu," ujarnya.

Krisna melanjutkan, karena adanya kemungkinan yang bersangkutan gugup saat ingin melarikan diri, sehingga pelanggar itu sempat menabrak kendaraan petugas.

"Jadi kalau dikatakan anggota itu kemudian menganiaya, ini saya tegaskan tidak benar. Karena begitu dia mencoba untuk kabur dan sempat mengenai kendaraan anggota sehingga akhirnya anggota terjatuh juga," ujarnya.

Karena anggota dan pelanggar sama-sama terjatuh, kata Krisna, anggotanya kaget pelanggar itu terluka. Ternyata setelah dicek, pelanggar tersebut terluka karena terkena kaca helem.

"Jadi dia tidak sendirian, dia boncengan, dia menggunakan helm, yang saya maksudkan tidak menggunakan helm ini yang dibonceng. Jadi awalnya mereka berdua boncengan di kawasan tertib lalu lintas. Kemudian dihentikan oleh anggota. Jadi yang dibelakang tidak menggunakan helm sehingga dilakukan penindakan," ujarnya.

Krisna menjelaskan, pada saat diamankan oleh petugas, baru mengetahui bahwa pengendara sepeda motor itu mengalami luka pada wajahnya. "Jadi kalau dipukul itu, tidak ada pemukulan disitu," ujarnya.

Terkait dengan komentar warga lain yang dalam video tersebut yang mengatakan jangan dipukul, kasian orang kecil, kata Krisna, kalau video terposting seperti itu, bisa saja itu persepsi masyarakat.

"Kalau mungkin itu terposting begitu ini bisa saja persepsi dari masyarakat. Bahwa ko ini akibat dipukul. Nah inikan yang harus diluruskan dulu," ujarnya.

Krisna melanjutkan, mungkin masyarakat melihat pengendara itu terluka sehingga mengatakan bahwa jangan dipukul. Namun dalam video tersebut tidak tampak anggotanya memukul.

"Nah setelah kita klarifikasi memang dia tidak memukul. Tidak terjadi pemukulan. Yang terjadi adalah mereka terjatuh dan kemudian luka. Gitu lho, demikian. Saya rasa saya sampaikan tadi bahwa memang betul ada anggota saya yang melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran, tetapi kalau anggota itu memukul saya rasa ini yang harus diluruskan bahwa tidak terjadi pemukulan disitu," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved