Berita Sumba Timur Terkini

Perihatin Kasus DBD Meningkat di Sumba Timur ! RSU Imanuel Waingapu Lakukan Fogging

Perhihatin dengan kondisi demam berdarah (DBD) yang terus meningkat menyerang warga masyarakat di Kota Waingapu dan Sekitarnya di Kabupaten Sumba Timu

Perihatin  Kasus DBD Meningkat di Sumba Timur ! RSU Imanuel Waingapu Lakukan Fogging
POS-KUPANG. COM/ISTIMEWA
FOGGING---Petugas dari RSU Imanuel Waingapu sedang melakukan fogging di Kelurahan Kambaniru. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Perhihatin dengan kondisi demam berdarah (DBD) yang terus meningkat menyerang warga masyarakat di Kota Waingapu dan Sekitarnya di Kabupaten Sumba Timur, pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Imanuel Waingapu melakukan fogging untuk memutuskan mata rantai nyamuk DBD.

Direktur RSU Imanuel Waingapu, Dr. Danny Christian ketika ditemui POS-KUPANG. COM di ruang kerjanya, Kamis (24/1/2019) mengatakan foging yang dilakukan pihaknya tersebut sudah dilaksanakan dua kali di Kelurahan Kambaniru, Kelurahan Matawai, dan Kelurahan Kambajawa sebagai lokasi yang diduga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypty.

Selain itu, jika ada setiap pasien yang masuk di RSU tersebut karena demam berdarah, maka pihaknya turun melakukan fogging di area lingkungan tempat tinggal pasien itu.

"Jadi kita akan fogging seluruh daerah yang kita curigai sebagai tempat perlindungan nyamuk. Dan juga jika ada pasien yang masuk dirawat di RSU ini kami menemukan kasusnya DBD, maka alamat rumah pasien akan kami catat dan kami lakukan fogging,"kata Dr. Danny.

Dr. Danny mengatakan fogging yang dilakukan tidak dipungut biaya apapun kepada pasien alias gratis, karena persediaan malation yang cukup banyak untuk fogging dari RSU.

"Kedepan kami akan melakukan fogging rutin pada setiap pekan di setiap hari Jumat dan Sabtu secara bergilir di Kelurahan Matawai, Kambaniru, dan Kelurahan Kambajawa serta daerah-daerah yang ada alamat pasien DBD kami, kami akan fogging. Meskipun kalau dihitung kami rugi, tetapi ini demi keselamatan masyarakat karena kini kasus DBD terus meningkat,"kata Dr. Danny.

BREAKING NEWS: Tanggul di Pantai Teddys Jebol Diterjang Gelombang ! Warga Diimbau Tidak Mendekat

BREAKING NEWS: Penculik Mengaku Kepsek SDK Ruteng 2 ! Hubungi Orangtua Siswa Minta Uang Tebusan

Menurut Dokter Danny tujuan foging tersebut hanya untuk jangka pendek untuk memutuskan mata rantai nyamuk. Namun, sebenarnya yang bagus untuk menghentikan virus DBD tersebut adalah perilaku hidup sehat dari masyarakat dengan selalu mengontrol lingkunganya sehingga tidak ada tempat-tempat perlindungan dan perkembangbiakan nyamuk misalnya kaleng-kaleng bekas di kubur, diberantas sarang nyamuk, dan pada bak mandi yang berisi air disimpan abate.

"Nyamuk demam berdarah ini justru lebih suka di air yang jernih untuk berkembangbiak. Jadi fogging itu hanya memutuskan mata rantai nyamuk sesaat saja, tapi untuk jangka panjang harus memperhatikan perilaku hidup sehat dari masyarakat itu sendiri,"kata Dr. Danny.

Dr. Danny juga mengatakan demam berdarah di Sumba Timur khususnya di Waingapu sudah berlangsung sejak empat tahun terakhir mulai endemik DBD. Sebelumnya Sumba Timur khususnya Waingapu tidak pernah ada DBD.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved