Berita Kabupaten Lembata

Alap Atadei di Lembata Masih Terisolir

tak hanya jembatan Lebala yang putus, tetapi jaringan pipa air juga mengalami nasib yang sama. Puluhan batang pipa hanyut terbawa banjir sampai ke lau

Alap Atadei di Lembata Masih Terisolir
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Frans Sabaleku 

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Saat ini, Desa Alap Atadei di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT, masih terisolir. Ruas jalan dari dan ke desa itu hingga kini belum diperbaiki karena pelbagai alasan teknis.

Hal itu disampaikan Sekretaris Camat (Sekcam) Wulandoni, Frans Sabaleku, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Kantor Bupati Lembata, Rabu (16/1/2019). Saat itu Frans datang ke Kantor Bupati Lembata untuk mengikuti pertemuan dengan orang nomor satu di daerah itu, Eliaser Yentji Sunur.

Kepada Pos Kupang.Com, dia mengatakan, terisolirnya desa Alap Atadei itu setelah banjir besar memutuskan jembatan yang ada di kali dekat Lebala, Desa Leworaja, pada akhir Desember 2018 lalu.

Dalam kejadian itu, katanya, tak hanya jembatan Lebala yang putus, tetapi jaringan pipa air juga mengalami nasib yang sama. Puluhan batang pipa hanyut terbawa banjir sampai ke laut.

Kondisi ini membawa dampak sangat serius terhadap warga desa tersebut. Selain desa itu tak bisa dijangkau sepeda motor dan jenis kendaraan lain, warga juga tak bisa bepergian sebagaimana hari-hari sebelumnya.

"Jangankan kendaraan roda empat, untuk sepeda motor saja susah melintasi jembatan itu karena banjir terus mengalir. Akibatnya, sampai saat ini desa di pantai selatan Lembata ini masih terisolir," ujar mantan Sekcam Lebatukan ini.

Gary Hardwick Nikahi Nenek 72 Tahun. Di Luar Fantasi Liar saya, Almeda Benar Benar Kekasih Ideal

Bunuh Kekasihnya Pakai HP, Pria Asal Alor Terancam 7 Tahun Penjara. Pelaku Sempat Melarikan diri

Menurut dia, selain arus transportasi lumpuh total, masyarakat desa itu juga mengalami krisis air bersih. Sejak banjir memutuskan jaringan pipa akhir Desember 2018 lalu, sampai sekarang mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih secara baik.

"Kami mendapat kabar bahwa untuk kebutuhan keluarga, warga harus berjalan jauh ke sumber air Kahatawa. Jaraknya sekitar belasan kilometer. Dan, untuk menggapainya, mereka harus berjalan kaki sejauh itu," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Frans, pemerintah kecamatan telah meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi semua itu. Sebab pada hakikatnya, pemerintah tak akan menutup mata melihat warga kesulitan dalam banyak hal.

Pemkab Kupang Targetkan Pengiriman 2.000 Ekor Sapi ke DKI Jakarta Tahun 2019

Dua Remaja Ini Sengaja Rekam Adegam Mesum, Videonya Tersebar Luas

Pemkab Kupang Targetkan Pengiriman 2.000 Ekor Sapi ke DKI Jakarta Tahun 2019

Menurut dia, kesulitan yang dialami warga saat ini tentunya baru dapat diatasi setelah musim hujan nanti. Pasalnya, pada saat seperti itu pemerintah baru mulai melakukan penanganan pasca bencana. "Tidak mungkin pemerintah membangun jembatan pada saat musim hujan seperti sekarang. Pembangunan baru bisa berjalan pasca musim hujan nanti. Oleh karena itu masyarakat harus sabar menunggu," ujarnya.

Frans menambahkan, dalam musibah banjir dan tanah longsor itu, tak ada korban jiwa. Begitu juga tak ada korban material lain yang diderita warga. Yang ada hanyalah jalan putus, transportasi terhenti dan warga setempat kesulitan air bersih. (Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved