Berita TTS

Kondisi Korban Diduga Keracunan di TTS Terus Membaik

Usai mendapatkan penanganan medis dengan diberikan obat dan cairan infus, saat ini kondisi para korban yang diduga keracunan makanan sudah mulai memba

Kondisi Korban Diduga Keracunan di TTS Terus Membaik
POS KUPANG/DION KOTA
Bisenti Da Costa (menggunakan baju kaos dan sedang duduk) sedang menjaga anaknya, Armalinda Da Costa (5) yang menjadi salah satu korban keracunan yang dirawat di ruang rawat inap melati, RSUD SoE 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE - Usai mendapatkan penanganan medis dengan diberikan obat dan cairan infus, saat ini kondisi para korban yang diduga keracunan makanan sudah mulai membaik.

Bahkan, beberapa pasien yang dirawat di RSUD SoE dan Puskesmas Nule sudah diijinkan pulang karena kondisinya telah stabil.

Prisilia Preti Joes ( 12), salah satu korban keracunan yang dirawat di RSUD SoE mengaku, kondisinya sudah jauh lebih baik dari hari sebelumnya.

Jika sebelumnya dirinya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, saat ini dirinya sudah bisa duduk dan mulai mengkonsumsi makanan. Rasa mual dan muntahnya pun sudah berkurang. Namun begitu, Prisilia tetap dirawat karena masih mengalami dehidrasi.

" Sekarang kondisi saya sudah lebih baik, sudah bisa makan dan duduk. Kemarin itu saya lemas sekali dan muntah-muntah terus. Sekarang baru rasa agak segar walapun masih sedikit lemas," ungkapnya.

Di samping Prisilia, juga dirawat Armalinda Da Costa (5) tahun yang juga merupakan korban diduga keracunan makanan. Dijaga sang ayah, Bisenti Da Costa, Armalinda nampak sudah bisa duduk dan memakan biskuit. Menurut sang ayah, kondisi Armalinda sudah jauh membaik jika dibandingkan sebelum dirawat di RSUD SoE. Sebelumnya, korban mengalami diaredan menangis karena mengalami sakit kepala dan mual-mual.

" Syukurlah sekarang kondisi anak saya sudah jauh lebih baik. Saya sudah legah karena dia sudah tidak lagi menceret dan mengelukan rasa sakit pada kepalanya. Sekarang dia sudah bisa makan dan ketawa lagi," ujar Bisenti.

Di Posko Gereja Bet'el Camp 67 Tanah Merah, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, terdapat sebanyak 27 orang yang masih menjalani perawatan medis. Dari ke-27 pasien tersebut, terdapat sebanyak 13 pasien anak-anak dan sisanya orang dewasa yang masih mendapt pasokan cairan infus dalam tubuhnya.

Sementara di Puskesmas Nule hanya tinggal 1 pasien seorang ibu hamil karena kondisinya perlu mendapat penanganan khusus.

Salah satu pasien Agrefina da Costa mengatakan bahwa kondisinya sudah lebih membaik sejak mendapat perawatan pada Senin malam di Posko gereja.

"Setelah mendapatkan cairan infus, kondisi saya sudah lebih membaik dan rasa sakit pada perut juga berkurang serta namun masih merasakan pusing sehingga saya masih harus berbaring di tempat tidur," jelas Agrefina.

Diberitakan pos kupang sebelumnya, diduga akibat keracunan makanan yang dikonsumsi saat perayaan Natal bersama, 53 warga Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Senin (7/1/2019) sore dilarikan ke Puskesmas Nule dan RSUD SoE. Para korban keracunan makanan mengeluhkan sakit kepala, mual-mual, menceret, demam dan lemas.

Usai tiba di rumah sakit, para korban yang mayoritas merupakan anak-anak langsung diberikan infus dan cairan antibiotik.

Terbatasnya tempat tidur yang tersedia di rumah RSUD SoE dan Puskesmas Nule memaksa para pasien terpaksa harus menggunakan satu tempat tidur untuk berdua bahkan hingga berlima.*

Penulis: Dion Kota
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved