Berita Kabupaten Lembata

BPBD Siapkan Laporan Bencana di Lembata Untuk Gubernur NTT

saat ini terdapat dua kecamatan yang terkena bencana alam baik itu banjir maupun tanah longsor.

BPBD Siapkan Laporan Bencana di Lembata  Untuk Gubernur NTT
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Jembatan di Kali Waimana yang diterjang banjir besar baru-baru ini. Jembatan darurat yang ada di ruas jalan propinsi ini putus, seperti tampak dalam gambar. 

POS -KUPANG.COM| LEWOLEBA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, kini sedang menyiapkan laporan tentang bencana yang terjadi akhir-akhir ini di daerah tersebut. Bila sudah rampung, laporan itu segera dilaporkan ke Gubernur BTT di Kupang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata, Thomas Tip Des mengatakan hal tersebut, ketika ditemui Pos Kupang.Com, Jumat (4/1/2019). "Banjir yang menerjang jembatan di kali Waima dan tanah longsor di beberapa tempat, itu bencana. Dan kami sedang menyiapkan laporan itu ke Gubernur NTT," ujarnya.

Untuk memudahkan laporan itu, lanjut dia, pihaknya menyebutkan lokasi bencana itu satu per satu. Lokasi tersebut sesuai ruas jalan yang terkena dampak dari bencana saat hujan lebat dan angin kencang terjadi di daerah itu baru-baru ini.

Thomas menyebutkan, saat ini terdapat dua kecamatan yang terkena bencana alam baik itu banjir maupun tanah longsor. Dua kecamatan tersebut, yakni Wulandoni dan Nagawutun. Sedangkan kecamatan lainnya, sampai saat ini tidsk ada laporan dari warga atau pun pemerintah desa tentang adanya musibah di wilayah masing-masing.

"Itu per kondisi sekarang. Tapi kita tidak tahu hari-hari ke depan. Kami minta agar semua pihak selalu waspada karena saat ini telah memasuki musim hujan. Pada musim ini, kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor sangat besar. Begitu juga badai gelombang di laut. Untuk itu semua pihak harus waspada akan hal tersebut," pesan Thomas.

Dia mengatakan, apabila laporan tentang peristiwa kebencanaan di Lembata sudah rampung, maka laporan tersebut akan disampaikan kepada Bupati Eliaser Yentji Sunur untuk ditandatangani. Bila sudah diteken, maka laporan tersebut akan segera dikirim kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat di Kupang.

Kaleidoskop Gempa Bumi Di NTT Tahun 2018

Tentang kerugian yang diderita akibat bencana tersebut, Thomas mengatakan, pihaknya sedang mengalkulasikan semua itu. Penyiapan data soal itu kini sedang dilakukan sehingga belum diketahui berapa besar kerugian yang diderita akibat bencana tersebut.

Biasanya, lanjut dia, setelah semuanya rampung, pihaknya juga akan menyiapkan proposal untuk dikirim ke Jakarta. Proposal yang disiapkan itu lebih pada upaya penanganan pasca bencana yang harus dilakukan pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Thomas mengungkapkan, walau bencana banjir dan tanah longsor telah menimpa daerah itu, namun sampai sekarang belum ada korban jiwa. Demikian juga dengan badai gelombang di perairan Lembata maupun sekitarnya. Hingga saat ini tak ada laporan sama sekali soal warga yang terkena musibah atau terdampak dari amukan badai gelombang yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

"Kami berharap warga nelayan juga jangan nekad menghadapi amukan gelombang. Bila cuaca tak bersahabat sebaiknya jangan melaut. Hal itu untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan," imbau mantan Kepala BKD-PSDM Kabupaten Lembata itu. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Frans Krowin)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved