Berita Kabupaten Kupang

Camat Sulamu Peringatkan Kerawanan di Lokasi Oelnebesi

area ini memang rawan dengan buaya karena selama ini binatang langka ini berkembangbiak disini

Camat Sulamu Peringatkan Kerawanan di  Lokasi Oelnebesi
POS KUPANG/EDY HAYONG
Yunus Taklal, korban yang nyaris tewas dimangsa buaya saat dirawat di RS Naibonat, saat dijenguk KTU RS Naibonat, Maher Ora, Jumat (28/12/2018) 

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--- Camat Sulamu, Kabupaten Kupang, Adriel Abineno mengaku kalau sejak tiga tahun lalu dirinya telah mewanti-wanti warga khusus di Desa Oeteta soal kerawanan di kawasan Oelnebesi. Pasalnya, kawasan ini merupakan tempat berkembangbiaknya buaya sehingga warga perlu berhati-hati.

Camat Adriel kepada POS KUPANG.COM, Rabu (2/1/2019) mengatakan, atas nama pemerintah kecamatan dirinya prihatin atas peristiwa yang dialami Yunus Taklal  (61), warga Dusun 3, RT 13, RW 6, Desa Oeteta yang  nyaris tewas dimangsa buaya di kawasan Oelnebesi, Senin (24/12/2018) sekitar Pukul 07.00 wita. Beruntung pada kejadian ini buaya hanya menggigit kaki kanannya sehingga kini dirawat di RS Naibonat dengan 87 jahitan.

Dijelaskannya, area ini memang rawan dengan buaya karena selama ini binatang langka ini berkembangbiak disini. Bahkan tiga tahun lalu dia sudah memberikan peringatan kepada warga supaya berhati-hati ketika berada di area itu.

Bawaslu Ende Rekrut 278 PPL

Polisi Kejar Satu Lagi Pelaku Penyebar Teror dan Hoax di Kupang

Ini Tujuan Perekrutan PPL Oleh Bawaslu Ende

BREAKING NEWS :Buaya Memangsa Warga Desa Badarai Kecamatan Wewiku-Malaka

"Dulu sudah ada kejadian disitu. Ini beruntung buat Yunus Taklal karena buaya hanya gigit kakinya. Kita tidak mungkin bunuh kasih mati buaya yang ada tapi kita cari solusi bersama instansi terkait agar membuat papan peringatan di kawasan ini," kata Adriel.

Sebelumnya diberitakan, Yunus Taklal  (61),   nyaris tewas dimangsa buaya di kawasan Oelnebesi, Senin (24/12/2018) sekitar Pukul 07.00 wita.

Yunus Taklal ketika ditemui POS KUPANG.COM di ruang perawatan Flamboyan RS Naibonat, Jumat (28/12/2018) menuturkan, peristiwa naas ini bermula dirinya ke pantai untuk menjala ikan untuk keperluan lauk malam natal.

Dirinya ke pantai bersama salah seorang kerabatnya. Setelah jaring pukat dilempar ke laut dan hendak menariknya, secara tiba-tiba dia merasakan kakinya seperti berat untuk melangkah.

Saat itu kondisi air laut bercampur banjir sehingga tidak melihat secara jelas ke dalam laut. Saat mengangkat kaki, kata Yunus, ternyata kaki kanannya sudah berada dalam mulut buaya.

"Saya memang rencana ke pantai karena mau cari ikan untuk lauk malam natal. Saya tidak pakai sampan dan hanya buang jala saja di pinggir pantai.  Saat tarik pukat, saya rasa berat sekali ternyata ada dalam mulut buaya. Saya merontak tapi kaki saya digigit buaya kuat sekali. Untung ada kayu di pinggir jurang jadi saya pegang kuat-kuat. Kebetulan ada parang di samping kanan badan saya, saya potong di air laut dua kali lalu buaya lepas gigitannya. Kalau tidak ada kayu untuk saya pegang mungkin saya sudah jadi mayat," tutur Yunus.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved