Berita Entertainment
Pemilik 16 Mobil Mewah, Ajik Cok Krisna Pernah Tidur di Pos Satpam, Kini Hidupnya Luar Biasa
Pemilik 16 mobil mewah, Ajik Krisna pernah tidur di pos satpam, kini hidupnya sungguh luar biasa, ini tipsnya.
POS-KUPANG.COM - Pemilik 16 mobil mewah, Ajik Krisna pernah tidur di pos satpam, kini hidupnya sungguh luar biasa, ini tipsnya.
Bagi siapa saja yang pernah mengunjungi Bali, tentu tak asing dengan toko oleh-oleh terbesar di Pulau Dewata, Krisna Oleh-oleh.
Krisna Oleh-oleh saat ini sudah memiliki puluhan gerai yang tersebar di berbagai daerah di Bali dan bahkan membangun arena wisata sendiri seperti Krisna Water Park dan Krisna Eco Village.
• Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 20 Desember 2018, Cancer dan Libra Beruntung
• Taurus Mengurung Diri, Virgo Berbahaya, Scorpio Depresi, Reaksi Setiap Zodiak Saat Bersedih
Melihat bangunan luas Krisna Oleh-oleh dan ribuan pegawai yang bekerja di sana, tentu sudah terbayang betapa sukses dan kayanya pemilik Krisna.
Hal itu memang benar, pemilik toko oleh-oleh Krisna Bali, Gusti Ngurah Anom atau biasa disapa Ajik Krisna (Ajik dalam bahasa Bali artinya Bapak) ini memang seorang pengusaha sukses.
Ajik Krisna bahkan punya koleksi 16 mobil mewah yang harganya mencapai puluhan miliar dan beberapa motor mewah.
Garasinya bahkan dijuluki sebagai garasi impian karena berisi mobil mewah mulai dari Honda Jazz hingga Ferrari yang harganya mencapai Rp12 miliar.

Saat didatangi oleh Atta Halilintar, Ajik Krisna mengaku dulu hidup miskin dan susah. Ia hanya tamat SMP dan tak sanggup sekolah lagi.
Video itu diunggah di kanal YouTube Atta Halilintar pada 5 Desember 2018 kemarin.
Hingga bisa hidup serba berkecukupan seperti sekarang, Ajik harus melalui jalan yang berliku.
• Maia Estianty Tantang Ketiga Anaknya Cobain Makanan Ekstrem Ini di London, Kamu Pasti Tercengang
• Tomorrow dan 4 Lagu BTS Ini Cocok Buat Introspeksi Diri Jelang Tahun Baru 2019, Video Lengkap
Ia bahkan memulai pekerjaan pertamanya sebagai tukang cuci mobil keliling dari hotel ke hotel.
Tamat SMP, Ajik Krisna meninggalkan rumahnya di daerah Seririt, Buleleng untuk mencari pekerjaan di Denpasar.
Ajik Krisna saat itu sampai di depan Hotel Rani, Sanur dan memutuskan untuk beristirahat di depan pos satpam. Ia mencoba menarik perhatian pemilik hotel dengan membersihkan sampah di depan hotel.
Pemilik hotel yang melihatnya memperbolehkan Ajik Krisna untuk tinggal di pos satpam dengan syarat ikut menjaga keamanan hotel.
Dari hotel Rani itu, Ajik Krisna mulai mencuci mobil para tamu hotel dan mendapat imbalan berupa uang Rp 2.500. Jumlah yang besar karena saat itu sebungkus nasi dan kopi harganya hanya Rp 75.