Berita Kabupaten Sumba Timur
Rumah Diterjang Banjir ! Warga Kelurahan Matawai, Kota Waingapu Minta Pemerintah Bertanggung Jawab
Abraham meminta pihak Kelurahan Matawai harus bertanggung jawab karena terkait kebresihan sampah di Kota Waingapu menjadi tanggung jawab merek
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo
POS-KUPANG. COM | WAINGAPU--Hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang melanda wilayah Kota Waingapu dan sekitarnya, Jumat (14/12/2018) sore mengakibatkan, belasan rumah milik warga di RT14/RW 5 Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur terendam banjir setinggi betis orang dewasa.
Warga setempat yang juga merupakan korban rumahnya terendam banjir Yan Piter kepada POS-KUPANG. COM ketika ditemui di lokasi mengatakan banjir hingga merendam rumah mereka tersebut karena tidak aktifnya drainase di jalan Umbu Marahongu, Mentimun, dan Jalan Eltari dimana drainase itu menutupi saluran drainase itu sehingga di saat banjir tersumbat dan air meluap ke rumah mereka.
Piter meminta kepada Pemerintah Kelurahan Matawai untuk bisa bersama masyarakat bersama-sama membersihkan sampah dalam drainase itu.
"Kita boleh bersihkan di depan rumah kita, tapi rumah lain di hulu tidak bersihkan jadi kita sengsara kalau musim hujan begini. Ini Pemerintah Kelurahan harus bertanggung jawab,"ungkap Piter.
• Sidang Paripurna Pengumuman Bupati dan Wakil Bupati TTS Terpilih Molor 2 Jam Lebih
• Hari Korupsi Sedunia ! Puluhan Pegawai Kanwil Dirjen Perbendaharaan NTT Bagikan Bingkisan
Warga Korban setempat lainya yang rumahnya juga terendam banjir Abraham Supusepa juga kepada POS-KUPANG. COM menyampaikan hal yang sama.
Abraham meminta pihak Kelurahan Matawai harus bertanggung jawab karena terkait kebresihan sampah di Kota Waingapu menjadi tanggung jawab mereka.
"Ini banjir saja pak RT tidak datang lihat, apalagi Lurah. Sebenarnya ini tanggjng jawab mereka untuk rutin memberikan sosialisasi ke warga untuk membresihkan sampah di drainase. Jangan tinggal diam saja pemerintah Kelurahan. Kasihan kita menderita begini,"ujar Abraham. (*)