Berita Bisnis

Mau Tambahan Penghasilan Rp 100 Juta Per Hari? Begini Cara yang Dilakukan Juragan Lele di Indramayu

Saat ini, setiap hari Maman memanen lele lebih dari tujuh ton. Jika harga terendah sekilogram lele dari peternak Rp 15.000 seperti sekarang.

Mau Tambahan Penghasilan Rp 100 Juta Per Hari? Begini Cara yang Dilakukan Juragan Lele di Indramayu
KOMPAS/WINDORO ADI
Para pekerja sedang memindahkan lele dari kolam ke truk, di kawasan tambak lele di Desa Krimun, Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018). Sebelum dinaikkan ke truk, lele ditimbang. Setiap hari, para juragan lele di Desa Krimun dan desa tetangga, Desa Puntang, memanen puluhan ton lele. 

Saat ini, setiap hari Maman memanen lele lebih dari tujuh ton. Jika harga terendah sekilogram lele dari peternak Rp 15.000 seperti sekarang, maka, pendapatan kotor Maman setiap hari, 7000 X Rp 15.000 = Rp 105 juta.

POS-KUPANG.COM - Nyaris hampir sejauh mata memandang, yang tampak Jumat (7/12/2018) siang itu hanya hamparan ribuan kolam lele. Masing-masing kolam berukuran rata-rata 300–500 meter persegi.

Hamparan kolam atau tambak lele itu berada di Desa Krimun dan Desa Puntang, Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat. Paling ujung kelihatan garis pantai tipis tipis, sedang di pinggiran tambak terlihat beberapa petak sawah.

Lebih dari separuh lahan di dua desa tersebut didominasi usaha tambak lele. Bahkan di Desa Krimun, sekitar 80 persen dari luas lahan 615 hektar, dimanfaatkan untuk budidaya lele.

Desa yang bersuhu 28-30 derajat celcius ini terdiri dari empat dusun dengan empat rukun warga dan 14 rukun tetangga, berbatasan dengan Desa Cemara Kulon di utara, Desa Manggungan Kecamatan Terisi di selatan, Desa Puntang di timur, dan Desa Losarang, di barat.

Kedua desa ini awalnya beternak udang windu di akhir 80-an. Tetapi di awal 90-an, bencana terjadi. Budi daya udang windu hancur karena air laut di pesisir pantai Losarang tercemar limah. Ribuan benur, mati. Para petambak rugi hingga ratusan juta rupiah.

5 Fakta Mengejutkan Kecelakaan Mobil BTS Di Taiwan, Usai Konser Hingga Diduga Dilakukan Oleh Sasaeng

Ramalan Zodiak Malam ini - Virgo akan Mengalami Sesuatu dan Pisces Berhasil dalam Keputusasaan

Salah seorang petambak udang, Carmin Iswahyudi tak luput dari bencana tersebut. Di tengah kegalauan, ia mengamati beberapa peternak lele yang “bermain di pinggiran” tambak tambak udang windu, selamat dari bencana. Terpikir olehnya, mengapa tidak beralih beternak lele saja?

Carmin yang akrab disapa Maming lalu menebar ribuan bibit lele asal penangkaran di Cirebon, dan Parung Bogor. Bibit ia tebar ke 20 kolam masing masing seluas 500 meter persegi.

Dua setengah bulan kemudian ia sudah memetik hasilnya. Permintaan lele dari sekitar tiga ton perhari, naik menjadi 7 ton per hari. Setelah Maming membentuk kelompok peternak lele tahun 2003, jumlah tambak lele kelompoknya mencapai 25 hektar.

“Nama lain selain Pak Maming, ada Haji Mardiah, Pak Drajat, dan Haji Ronny. Sekarang muncul generasi baru seperti Pak Mahfud, dan Pak Apri, dan saya,” kata Sarman (40) juragan lele generasi baru saat ditemui di tengah tambak miliknya, Jumat (7/12/2018) siang.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved