Berita Nasional Terkini

Menteri Susi Ingatkan Laut di Indonesia Terancam, Banyak Sampah Berpotensi Merusak Ekosistem Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini laut di Indonesia terancam.

Menteri Susi Ingatkan Laut di Indonesia Terancam, Banyak Sampah Berpotensi Merusak Ekosistem Laut
KOMPAS.com/Humas Pemkab Banyuwangi
Menteri Susi Pudjiastuti dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sedang menikmati durian pelangi, Sabtu (3/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan saat ini laut di Indonesia terancam. Sebab, terdapat banyak sampah di perairan Indonesia yang berpotensi merusak ekosistem laut.

"Sekarang sampah mengancam laut kita. Kesejahteraan hidup kita itu terganggu karena sampah. Ridiculous (tidak masuk akal) gitu loh. Bukan karena kita kurang uang, kurang kerja, bukan, tapi karena sampah. Itu hal yang sangat ridiculous," ujar Susi di Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Atas dasar itu, Susi mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak membuang sampah di laut. Selain itu, dia juga meminta masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik.

Baca: Ajari Istri Teman Isap Sabu, Sudirman Tewas Dianiaya dan Dibakar

"Indonesia penyumbang sampah terbanyak kedua di laut. Tahun 2030 kalau (sampah) tidak dikurangi akan lebih banyak sampah dari pada ikan," kata Susi.

Susi mengaku iba melihat seekor paus di perairan Wakatobi tewas dan di dalam perutnya ditemukan sampah plastik seberat 5,9 kilogram.

Baca: 5 Polisi Terluka Diserang Warga Saat Cek TKP di Merauke

Menurut dia, hal itu tak akan terjadi jika masyarakat tak membuang sampah ke laut.

"Saya mentweet ada kura-kura mati keselek sedotan. Paus mati di dalamnya ada sandal. Kasian makhluk ini mati karena keteledoran kita," ucap dia. (*)

Berita ini sudah terbit di Kompas.com dengan judul: Susi: Indonesia Penyumbang Sampah di Laut Terbanyak Kedua di Dunia

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved