Berita Kota Kupang Terkini

Pria ini Kalap dan Bacok Pegawai Imigrasi Gegara Kekasihnya Diganggu

Pria ini Kalap dan Bacok Pegawai Imigrasi Gegara Kekasihnya Diganggu. Korban adalah temannya sendiri

Pria ini Kalap dan Bacok Pegawai Imigrasi Gegara Kekasihnya Diganggu
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Pria ini Kalap dan Bacok Pegawai Imigrasi Gegara Kekasihnya Diganggu (FOTO Ilustrasi) 

Pria ini Kalap dan Bacok Pegawai Imigrasi Gegara Kekasihnya Diganggu

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Seorang pria di Kota Kupang nekat membacok temannya sendiri gegara cemburu.

Pria yang berprofesi sebagai pebalap sepeda motor dan juga pengusaha rental mobil ini menyasar Ellyas Maks Reme yang adalah pegawai imigrasi di Kota Kupang.

Pelaku bernama Rifaldi Valentino Baria alias Faldy membacok Ellyas persis di depan ATM BCA samping Toko Borneo Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Sabtu (17/11/2018) sekitar pukul 07.00 Wita 

Baca: Aturan Baru CPNS 2018 Pakai Sistem Ranking CPNS 2018 Tanpa Passing Grade, ini Hitungannya

Baca: BREAKING NEWS ! Nelayan Lewolema-Flores Timur Tewas Tenggelam di Laut

Baca: Masa Penahanan Taufik Kurniawan Ditambah 40 Hari Lagi

Pelaku pembacokan Rifaldi Valentino Baria alias Faldy (kaos merah) didampingi oleh Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau dan Kanit Res Polsek Oebobo Ipda I Komang Sukamara saat jumpa pers di Mapolsek Oebobo pada Rabu (21/11/2018).
Pelaku pembacokan Rifaldi Valentino Baria alias Faldy (kaos merah) didampingi oleh Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau dan Kanit Res Polsek Oebobo Ipda I Komang Sukamara saat jumpa pers di Mapolsek Oebobo pada Rabu (21/11/2018). (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Kapolsek Oebobo AKP Yulius Lau melalui Kanit Reskrim Ipda I Komang Sukamara kepada wartawan di Mapolsek Oebobo Polres Kupang Kota pada Rabu (21/11/2018) pagi, mengungkapkan kejadian itu bermula karena cemburu.

Pelaku Faldy, lanjut Komang,  merasa cemburu karena korban Elyas Maks Reme kembali mengganggu Fika Maya Erlani, padahal, Faldy telah berencana menikahi Maya.

"Latar belakangnya cemburu karena pacar pelaku sering diganggu oleh korban," ungkap Komang.

Baca: Di Sikka Suntik Kemaluan Pakai Tiga Minyak Ini! Kemaluan jadi Abnormal

Baca: Dikenal Sebagai Angka Setan, Begini Penjelasan Terkait Angka 666

Komang menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika tersangka yang membuat aplikasi pesan ganda pada WA pacarnya mendapati bahwa korban dan kekasihnya diam-diam menjalin hubungan asmara di belakangnya saat pacarnya berlibur ke Lombok.

Karena cemburu, tersangka berusaha mendatangi korban pada Sabtu (17/11/2018) pagi di kantor Imigrasi Penfui Kupang untuk melampiaskan amarahnya namun saat itu tidak mendapati korban di tempat itu.

Tersangka kemudian membuat janjian dengan korban dan mereka bersepakat untuk bertemu sekitar pukul 07.00 Wita di depan Toko Borneo Kuanino.

"Ketika tersanga tiba di depan Toko Borneo, korban telah lebih dahulu berada di sana. Tersangka yang sudah menyiapkan parang sumba di jok mobilnya ketika turun langsung menghunuskan parangnya dan langsung melakukan penganiayaan membabibuta ke arah korban," jelas Komang.

Tebasan parang tersangka sempat mengenai helm korban.

Tersangka lalu membacok korban dan mengakibatkan luka robek menganga pada punggung dan telapak tangan kiri korban.

Korban yang terdesak pun sempat menangkis ayunan parang dan mengenai tangan kiri korban sehingga mengalami luka.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved