Berita Nasional Terkini

Baiq Nuril Maknun Teriak-teriak, Ternyata Ia Mendapat Kabar ini dari Kejaksaan Agung RI

Terdakwa mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril Maknun berteriak-teriak karena Kejaksaan Agung RI menunda eksekusi dirinya.

Baiq Nuril  Maknun Teriak-teriak, Ternyata Ia Mendapat Kabar ini dari  Kejaksaan Agung RI
KOMPAS.com/fitri
Baiq Nuril Maknun (40) diberikan semangat oleh Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI yang juga aktivis perempuan. Selama ini Rieke selalu memberikan semangat pada Nuril termasuk pernah menjadi penjamin Nuril agar tidak ditahan. 

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Terdakwa mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril Maknun berteriak-teriak. Ternyata teriak itu ungkapan perasaan lega karena Kejaksaan Agung RI menunda eksekusi dirinya terkait kasus UU ITE.

"Saya lega setelah mendengar kabar dari Kejaksaan Agung, saya langsung teriak, dua kali malah, tetapi saya maunya teriak yang lebih keras di pantai, biar lega, biar tumpah semua," kata Nuril saat jumpa pers di Fakultas Hukum Universitas Mataram, Selasa (20/11/2018).

Nuril menyatakan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, termasuk Presiden Joko Widodo.

Baca: Menpan RB Tegaskan Pemerintah Tak Akan Turunkan Passing Grade Tes CPNS, Ini Alasannya

"Saya sangat bahagia beliau merespon surat yang saya dan putra saya buat, rupanya beliau mendengar apa yang kami harapkan. Saya bangga beliau mendukung saya mencari keadilan," ujarnya.

Kuasa Hukum Nuril, Joko Jumadi mengatakan, pihaknya tetap menunggu salinan putusan Mahkamah Agung atas kasus UU ITE yang menjerat kliennya.

Baca: Mahasiswi asal Jambi Tewas Setelah Terseret Ombak Saat Berwisata di Pantai Glagah

Hal ini dilakukan agar kliennya segera mengajukan peninjuan kembali (PK). Pihaknya juga mengapresiasi Kejagung yang menunda pelaksanaan eksekusi hingga adanya putusan PK.

"Hanya saja kami butuh kejelasan secera tertulis, bukan hanya statement dari Kejagung, tetapi juga pernyataan resmi secara tertulis. Dengan demikian, kami benar benar yakin bahwa penundaan eksekusi itu juga memiliki kekuatan hukum," kata Joko.

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang mendampingi Nuril mengatakan, Presiden tidak dapat mengintervensi proses hukum.

"Seorang presiden tidak akan mengintervensi proses hukum, saya yakin Pak Jokowi berpegang pada prinsip itu, tetapi juga memberikan dukungan moral itu penting," kata Rieke.

Terdakwa sebelumnya terbukti melanggar Pasal 27 ayat (1) UU ITE 19 Tahun 2016 dengan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved