berita Sumba Barat

Pemda Sumba Barat Danai Program INOVASI di Kecamatan Tana Ringu! Begini Modelnya

Program Literasi untuk Kelas Awal yang sebetulnya masih berupa rintisan dan mulai berjalan pertengahan 2018, ternyata sudah menggunakan dana APBD

Pemda Sumba Barat Danai Program INOVASI di Kecamatan Tana Ringu! Begini Modelnya
istimewa
Para Fasda INOVASI sedang belajar pemanfaatan Big Book yang diberikan oleh District Fasilitator INOVASI untuk Sumba Barat, Yusrizal.

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU---Program INOVASI di Sumba Barat terbilang unik. Dua program yang berjalan di Kecamatan Tana Righu mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Kedua program tersebut yakni Program Kepemimpinan Pembelajaran dan Program Literasi untuk Kelas Awal.

Program Literasi untuk Kelas Awal yang sebetulnya masih berupa rintisan dan mulai berjalan pertengahan 2018, ternyata sudah menggunakan dana APBD Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

Baca: Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Keluarga di Bekasi! Begini Skenario Polisi

Baca: Dump Truk Terjungkal ke Pemukiman! Warga Bealaing Manggarai Timur Geger.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Yehuda Malorung yang disampaikan melalui, Province Communications Officer INOVASI untuk NTT, Sumba Agustanto Imam Kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (16/11/2018) mengatakan bahwa keseriusan Pemerintah Sumba Barat untuk atasi masalah buta aksara sangat nyata.

Kata Yehuda, melalui pendanaan atas program Rintisan Literasi Kelas Awal di Sumba Barat, diharapkan kemasygulan para guru dan pendidik di Sumba Barat terkait keberpihakan pemerintah Sumba Barat pada upaya penuntasan problem literasi terjawab.

"Kami tidak ingin terlalu banyak omong. Kami tunjukkan bukti. INOVASI sudah tunjukkan konsistensi di Sumba Barat, dan ini harus kami respon dengan baik. Respon ini jelas, Kami share pendanaan antara INOVASI dengan APBD Sumba Barat 2018 untuk jalankan program Literasi Kelas Awal di Tana Righu,"kata Yehuda.

Wakil Bupati Sumba Barat Martin Ngailu Toni juga secara tegas mengatakan bahwa Komitmen penting, tapi harus muncul dalam keberpihakan yang jelas.

"Untuk program INOVASI, dukungan untuk melanjutkan seluruh atau sebagian dari program yang saat ini sudah berjalan berbentuk kepastian mengalokasikan anggaran yang relevan dengan apa yang selama ini dilaksanakan oleh INOVASI,"ungkap Toni.

Salah seorang guru dari salah satu sekolah di Kecamatan Tana Ringhu Victor I Saingo juga mengatakan
Keberadaan program INOVASI di Sumba Barat memang baru. Tapi hal ini tidak mengurangi apresiasi para guru mitra terhadap program yang dijalankan INOVASI di Sumba Barat.

Victor I Saingo di akhir kegiatan pelatihan Pemanfaatan Big Book dalam proses pembelajaran di kelas yang berlangsung di SDK Kalelapa Kecamatan Tana Ringhu mengaku ada perubahan yang terjadi di sekolah mereka.

Dikatakanya, para murid nampak lebih aktif, karena guru-guru sudah mulai mempraktekkan apa yang diberikan INOVASI melalui program literasi di Tana Righu.

"Absen juga sudah penuh terisi. Biasanya satu hari ada enam sampai tujuh anak tidak masuk. Sudah satu bulan terakhir sejak materi tentang kelas literasi dan big book diberikan, absen kami penuh terisi,"ungkap Victor. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved