Berita Kota Kupang Terkini

Anita Gah: Saya Tidak Mau Masyarakat Berkeluh Kesah Mengenai Pencairan PIP

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah mengaku tidak ingin masyarakat mengeluhkan pencairan dana PIP.

Anita Gah: Saya Tidak Mau Masyarakat Berkeluh Kesah Mengenai Pencairan PIP
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Anggota Komisi X DPR RI Ny Anita J Gah, melakukan reses dengan mengunjungi Kantor Walikota Kupang, Kamis (15/11/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, yang membidangi Pendidikan, Pariwisata, Perpustakaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemuda dan Olahraga, melakukan reses di beberapa kabupaten/kota, termasuk Kota Kupang.

Anita diterima oleh Wakil Walikota Kupang, dr Herman Man, dan Asisten III Sekda Kota Kupang, di Aula Garuda Lantai II Kantor Walikota Kupang, Kamis (15/11/2018).

Kehadiran Anita ingin melihat dan mendengar langsung bagaimana perkembangan Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT, terutama untuk masalah pendidikan.

Baca: KPU Ngada Sudah Laksanakan Pleno PDPTHP 2

"Masalah pendidikan sangat penting. Saya tidak ingin terjadi yang tidak enak di tengah masyarakat, apalagi bantuan-bantuan yang berasal dari APBN. Kita yang menyetujui dan mendukung program pemerintah, kita juga memiliki fungsi kontrol atau fungsi pengawasan. Saya bangun Rumah Aspirasi Masyarakat di Kupang untuk menampung segala keluhan dari masyarakat dan yang terbesar masyarakat berkeluh kesah mengenai pencairan PIP. Ada yang dihalang oleh pihak bank dan juga pihak sekolah," ujarnya.

Baca: 52 Peserta Lulus SKD CPNS di Nagekeo

Belajar dari pengalaman, Anita menyampaikan, beberapa waktu lalu dirinya menjalankan fungsi kontrol untuk pencairan PIP di GOR dan memanggil pihak bank untuk menyerahkan langsung buku tabungan kepada orangtua siswa.

"Undangan 3.000 orang jam 10, tapi jam 8 ada sms masuk bahwa melarang kepala sekolah dan seluruh orangtua siswa untuk bertemu dengan saya, sehingga dampaknya banyak dana PIP yang belum dicairkan di bank. Sedangkan dana ini segera berakhir karena menteri pendidikan akan menarik kembali semua dana-dana yang belum dicairkan dari pihak bank. Ini masalah lama tetapi masih ada sampai saat ini dan ini menjadi perhatian karena APBN," tuturnya.

Ia menegaskan akan terjun langsung ke kepala sekolah karena masih banyak anak yang belum mencairkan PIP.

"Saya tidak mau uang itu kembali ke kas negara, karena kita capek-capek berjuang di pusat terus ditahan di sini karena kepala sekolah atau pihak bank yang bermain-main dengan rakyat. Saya tidak mau itu, bukan untuk kepentingan saya tapi kepentingan masyarakat. Anak anak yang terdaftar mereka membutuhkan kenapa terhalang? Tolong kepala sekolah dan pihak bank jangan menghalang-halangi ini," tegasnya.

Anak-anak yang betul-betul miskin yang uangnya sudah ada tapi belum cair, ia akan bersurat resmi ke kepala sekolah dan bila perlu bertemu dengan orangtua untuk mencari tahu kendalanya. Terkadang pihak bank yang membuat alasan sehingga pencairan ini tidak bisa terjadi.

"Misalnya di Kabupaten Kupang, katanya nomor rekening tidak sama, namanya tidak ada dan uang sudah dikembalikan. Padahal belum diputuskan kapan ditarik. Jangan sampai tidak dicairkan karena di kota Kupang masih banyak yang belum dicairkan. Pencairan jangan yang aneh-aneh," tuturnya.

Ia berharap pencairan tepat waktu tanpa ada tekanan. Jika aturannya harus ada surat keterangan dari Kepala Sekolah maka jangan mempersulit. Kepala Sekolah harus mengikuti aturan petunjuk teknis. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved