Berita Kota Kupang
Kronologis Kematian Bayi Perempuan, Diduga Dibunuh Usai dilahirkan Mahasiswi di Kupang
Kasus kematian bayi perempuan yang diduga dibunuh usai dilahirkan oleh seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta masih dalam tahap penyelidikan
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus kematian bayi perempuan yang diduga dibunuh usai dilahirkan oleh seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Polres Kupang Kota.
Kasus yang sempat menghebohkan warga Kupang itu terjadi pada Rabu (7/11/2018) pagi di kost tingkat milik Abdulah Koli yang terletak di Jl KH Ahmad Dahlan RT14/RW04 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang.
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho melalui Kasat Reskrim Iptu Boby Jacob Mooynafi kepada POS-KUPANG.COM di Mapolres Kupang Kota pada Kamis (8/11/2018) menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Lebih lanjut Boby menjelaskan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu pagi dan Kamis pagi untuk melengkapi proses penyelidikan. Selain itu telah dilakukan autopsi terhadap jenazah bayi malang pada Rabu malam di RS Bhayangkara Drs Titus Ully Kupang dan memeriksa dua saksi.
"Kita sudah lakukan proses autopsi pada jenazah bayi perempuan itu tadi malam (Rabu malam) di RSB. Kita juga sudah memeriksa dua saksi yakni Halimah Habol, bibi dari yang bersangkutan, dan Neneng Oda, seorang tetangga kamar kost yang sempat membantu yang bersangkutan membuka pintu kamar," ujar Boby.
Namun lanjut Boby, hasil autopsi atas jenazah bayi perempuan itu hingga kini masih menunggu dari tim Dokter Polisi RS Bhayangkara Titus Ully.
Baca: Anggaran 572 Miliar untuk Pengadaan Barang dan Jasa Capai 90 Persen
Baca: Bangun Rumah Bebas Pasung, Ordo Kamelian Memanusiakan Orang Gila
Baca: Hari Keenam, Sesi Satu dan Dua Semua 197 Peserta Tidak Ada yang Lolos Passing Grade di Mabar
Baca: Walhi NTT Nilai Pembangunan Taman Tirosa Kesampingkan Perda Kota Kupang tentang RTH
Baca: BAP Pemasok Ganja Sudah Tahap Satu ke Kejari Maumere
Baca: Bupati Malaka Tegaskan Kades Jangan Asal Bangun Jalan
Boby menjelaskan, kronologis kejadian yang diduga pembunuhan itu berwal dari Nurlinda Ibi alias NI (18), mahasiswa semester 1 Fisip Universitas Muhammadiyah Kupang yang kembali ke kostnya dalam keadaan lemas pada Rabu (7/11/2018) sekira pukul 08.00 Wita. Sebelumnya ia bersama kedua teman kamarnya, Endang dan Sumiati meninggalkan kost sekira pukul 07.00 Wita.
Saat kembali itu, ia bahkan tak dapat membuka pintu kamar kostnya karena kondisinya yang sangat lemah. Ia lalu meminta bantuan pada Neneng Oda, seorang tetangga kamar untuk membantu membukakan pintu.
Berselang sekira 40 menit, Halimah Habol (48), bibi dari NI tiba di kost tersebut. Halimah yang merupakan guru SD II Oebufu Kupang itu kaget saat mendapati keponakannya dalam kondisi telah melahirkan seorang bayi perempuan mungil di dalam kamar kost seorang diri. Sayangnya, saat ia tiba, bayi tersebut sudah tidak bernyawa lagi.
"Saat bibi Halimah membukan pintu, kondisi NI sudah melahirkan. Kepada bibinya, NI mengatakan 'itu (bayinya) ada di kantong plastik', ketika bibinya, bertanya" papar Boby.
Setelah itu bibinya lalu membawa NI ke RSU Kota SK Lerik untuk mendapatkan perawatan.
Saat dilakukan olah TKP pada Rabu pagi, polisi hanya menemukan sedikit bercak darah dalam kamar itu. Kemungkinan besar, menurut Boby, bercak atau bekas darah sudah dibersihkan oleh NI.
Kepada polisi, Halimah Habol mengaku kalau ia ditelepon oleh ayah NI yang memintanya untuk melihat NI di kost karena mengeluh mengalami sakit perut hebat. Ia yang saat itu sedang mengajar pun langsung mendatangi NI untuk melihat keadaannya, namun ternyata ia dapati NI baru melahirkan seorang bayi perempuan.
NI bahkan awalnya sempat mengaku kepada dokter IGD RS Kota SK Lerik bahwa bayi yang ia lahirkan itu terjatuh dan mengenai gagang ember yang tajam.
Hingga saat ini NI yang juga diketahui pernah terdaftar sebagai mahasiswa FKIP MIPA Undana itu masih dirawat di RSB dalam pengawasan polisi. NI juga belum dimintai keterangan dan diperiksa karena kondisinya belum memungkinkan dan belum dapat berkomunikasi dengan baik.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasua ini untuk mengungkap kejadian sebenarnya. (*)